"Kegiatan itu melibatkan sedikitnya 400 seniman, budayawan, pengamat serta kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dari seluruh propinsi di Indonesia," kata Kepala Dinas Kebudayaan Propinsi Bali Drs I Nyoman Nikanaya di Denpasar Minggu.
Ia mengatakan, konggres kebudayaan Bali itu menampilkan sedikitnya 20 pembicara yang terdiri atas pembicara lokal sebelas orang, tingkat nasional lima orang dan pembicara luar negeri empat orang.
Kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan masukan serta merumuskan kebudayaan Bali dalam memasuki era global.
Nikanaya menambahkan, seni budaya Bali selama ini menjadi salah satu daya tarik wisatawan mancanegara untuk menikmati liburan di Bali.
Dengan semakin banyaknya wisatawan datang ke Bali dikhawatirkan mempengaruhi jati diri dan kekokohan dalam melestarikan dan mewarisi seni budaya Bali.
Melalui kongres kebudayaan Bali diharapkan mampu memberikan sumbangan pemikiran untuk tetap mempertahankan kekokohan seni budaya dan jatidiri sebagai bangsa Indonesia di tengah pengaruh budaya global, khususnya dari wisatawan mancanegara yang berliburan di Pulau Dewata.
Seluruh peserta seminar kebudayaan Bali yang datang dari dalam dan luar negeri, sore harinya, 14 Juni 2008 diundang untuk menyaksikan pawai budaya menyambut PKB yang digelar sebulan penuh, ujar Nikanaya. (*/erl)