Tjahjo Kumolo, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR ketika dihubungi, Senin, mengatakan, kedua fraksi benar-benar mencermati hati suara rakyat yang saat ini merasa berat menanggung hidup akibat sembako naik, gas elpiji sulit dicari, dan minyak tanah harganya juga tidak bisa menjangkaunya.
PDS, Golkar, dan Fraksi Demokrat DPR, kata dia, masih menolak interpelasi kenaikan harga sembako karena partai itu pendukung kebijakan pemerintah, tetapi seharusnya sebagai wakil rakyat dan parpol yang memiliki konstituen memahami `jeritan` rakyat yang semua bahan baku sembako mengalami kenaikan secara drastis.
Menurut Tjahjo yang anggota DPR dari pemilihan Jateng, pemerintah hanya memberi penjelasan semua kenaikan harga sembako akibat efek atau pengaruh dari ekonomi global.
"Tapi, apa langkah kebijakan yang dibuat pemerintah untuk meringankan beban rakyat dan menekan harga sembako yang lebih stabil serta wajar, tidak seperti sekarang ini berbagai jenis barang sembako mahal, tetapi harga gabah petani murah. Ini yang membuat rakyat semakin berat," katanya.
Ia menilai, sekarang ini ada operasi pasar minyak goreng bersubsidi tetapi juga tidak termobilisasi dengan terencana sehingga wajar saja DPR menanyakan langkah pemerintah dalam menangani pemasalahan yang hakiki karena sembako merupakan kebutuhan rakyat sehari-hari.
Tjahjo berharap, situasi pasar di dalam negeri khususnya harga sembako dan kebutuhan pokok lainnya, seperti minyak goreng, minyak tanah, dan gas elpiji bisa stabil normal. "Jangan rakyat selalu menderita akibat beban yang berat dalam kehidupan sehari-hari," katanya. (*/cax)