"Aneh rasanya melihat dia yang kidal. Disini itu dianggap tidak sopan," ungkap Ati Kisjanto. "Makanya Barry dulu sering dipaksa menulis dengan tangan kanan," lanjut Ati yang sekarang menjabat sebagai konsultan marketing itu. Barry juga dikenal sebagai anak yang aktif. Citra Dewi yang dulu biasa duduk di samping Obama sering bilang, "Barry, geser sedikit, kamu berkeringat."
Awalnya beberapa teman Obama merasa ragu bahwa Obama adalah Barry teman masa kecil mereka. Namun saat melihat foto masa kecil Obama, barulah mereka yakin ia adalah Barry Soetoro teman mereka.
Masa kecil Barack yang dihabiskan bersama teman-teman yang 'berbeda' dengan dirinya tampaknya banyak berpengaruh pada pembentukan dirinya. Barack tidak pernah berpihak kepada siapapun. Bahkan dalam masalah agama, Barack menggambarkan ayah tirinya yang Muslim sebagai orang bisa menerima kenyataan bahwa ada orang lain yang memiliki kepercayaan berbeda dengan dirinya.
Di Amerika Serikat, Islam memiliki citra yang buruk. Gambaran kebanyakan orang Amerika tentang Islam selalu negatif. Ini menjadi tantangan bagi presiden Amerika berikutnya untuk mencari cara mempererat hubungan Amerika dengan dunia Islam.
Walaupun Obama sendiri bukanlah seorang Muslim, namun kenyataan bahwa ayahnya yang kelahiran Kenya adalah seorang Muslim dan bahwa ayah tirinya yang orang Indonesia juga seorang Muslim pasti membuat Obama lebih mengerti tentang kehidupan Muslim. Mungkin pelajaran tentang 'berbeda-beda tapi tetap satu juga' masih berbekas kuat di benak Barack Obama. (hto/roc)