< >

Vulkanolog Belgia Datang Lagi ke Gunung Kelud

Senin, 14 April 2008 19:44
Kapanlagi.com - Vulkanolog Belgia, Prof Alain Bernard, datang lagi ke Gunung Kelud (1.731 mdpl) untuk melakukan penelitian, sejak Kamis (10/4) hingga Senin (14/4).

"Lima hari dia berada di sini untuk melakukan penelitian lagi," kata petugas pengamatan Gunung Kelud, Khoirul Huda, saat ditemui di Pos Pengataman Gunung Api (PPGA) Kelud di Dusun Margomulyo, Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jatim, Senin.

Menurut dia, selama lima hari, guru besar Libre de Bruxelles University, Belgia itu, hanya memotret kubah lava dari beberapa sudut pandang.

Alain Bernard sudah tidak lagi mendapati satu pun peralatan pemantauan aktivitas vulkanik yang dia tempatkan di sekitar danau kawah Gunung Kelud, selama beberapa tahun terakhir itu.

Peralatan milik Bernard hilang ditelan munculnya kubah lava Gunung Kelud, sebagai fenomena baru yang telah melenyapkan danau kawah di atas ketinggian 1.113,9 meter dari permukaan laut itu, pada 3 November 2007 alu.

"Sebenarnya banyak alat-alat pemantauan miliknya, termasuk alat pengukur suhu air danau kawah, tapi kini sudah tidak ada lagi bekasnya," kata Khoirul.

Selama lima hari, Bernard tinggal di PPGA Kelud dan pada Senin pagi sudah bertolak menuju Belgia untuk mengolah data penelitiannya mengenai gunung yang kini masih berstatus Waspada (Level II) itu.

Pada saat Gunung Kelud menunjukkan peningkatan aktivitas bulan November 2007 lalu, Alain Bernard mengeluarkan pernyataan, Gunung Kelud akan meletus lebih dahsyat dibandingkan letusan-letusan sebelumnya.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Dr Surono menyatakan, ramalan Bernard itu tak bisa dipertanggungjawabkan.

"Bagaimana mungkin ramalan Bernard itu bisa dipertanggungjawabkan, kalau dia hanya mengacu data terakhir bulan Juli 2007," kata Surono saat memberikan keterangan pers di Balai Desa Sugihwaras, 11 November 2007 lalu.

Surono menyatakan, data mengenai Gunung Kelud yang dimilikinya jauh lebih lengkap ketimbang data milik Bernard, meskipun dia seorang profesor handal di bidang kegunungapian.

Oleh sebab itu, kedatangan Bernard ke Kediri selama empat hari terakhir ini tidak memberikan komentar apa pun mengenai aktivitas Gunung Kelud.

"Sejak hari pertama, dia sudah tidak mau ngomong lagi soal Gunung Kelud. Dia hanya minta diantar ke kawah dan beberapa lokasi di sekitar Gunung Kelud," kata Khoirul Huda menambahkan. (*/rsd)