"Kami tidak bisa menolak keinginan mereka, meskipun pintu ini sudah ditutup dengan cara apa pun," kata Utomo, penjaga pintu gerbang menuju kawah Gunung Kelud di Dusun Margomulyo, Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jatim, Senin.
Meskipun bukan hari libur, pengunjung Gunung Kelud terus berdatangan, baik secara berkelompok mau pun sendiri-sendiri. Bahkan hingga Senin sore, jumlah pengunjung gunung berketinggian 1.731 meter dari permukaan laut itu telah mencapai angka 75 orang.
"Kalau akhir pekan atau hari libur lainnya, jumlah pengunjung bisa mencapai 300 lebih. Apalagi sekarang makin banyak orang yang datang ke sini sambil bersepeda ria," kata Utomo menuturkan.
Sesuai rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) selama berstatus Waspada, masyarakat umum dilarang mendekat kawah hingga radius 1,5 kilometer.
Rekomendasi itu disikapi Pemkab Kediri dengan membuat pintu besi setinggi dua meter dilengkapi kawat berduri yang ditempatkan sekitar satu kilometer sebelum kawah.
Jauh hari sebelumnya juga telah terpasang pintu besi di mulut terowongan menuju kawah. Namun wisatawan tetap saja ingin melihat munculnya kubah lava sebagai fenomena baru hilangnya danau kawah saat Gunung Kelud mengalami puncak kritis pada 3 November 2007 lalu.
"Sudah tahu ditutup rapat begini, mereka tetap saja menerobos lewat tebing, padahal sangat berbahaya karena bisa saja orang terpeleset dan jatuh ke jurang," kata Utomo.
Tak hanya anak muda, namun kalangan orang tua tetap nekat menerobos pintu masuk, meskipun harus melewati tebing dan berjalan kaki sepanjang satu kilometer menuju ke kawah.
"Namanya juga pengin tahu, ya apa pun akan kami lakukan," kata Yatman (78), warga Desa Demangan, Taman, Madiun, dengan dibantu dua cucunya menerobos pintu masuk melalui tebing di sisi jalan itu.
Kakek beberapa orang cucu yang mengenakan belangkon warna hitam itu mengaku, sudah lama ingin melihat dari dekat kawah Gunung Kelud yang kini berubah bentuk menjadi gundukan hitam setinggi 250 meter itu.
"Makanya saya berangkat dari rumah sejak habis subuh tadi, supaya sampai di sini siang," kata Yatman yang datang ke Gunung Kelud bersama enam anggota keluarganya itu.
Sementara itu sampai saat ini Pemkab Kediri terus mengerjakan proyek pelebaran jalan menuju Gunung Kelud. Jalan sepanjang delapan kilometer dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Kelud menuju kawah dilebarkan dari tiga meter menjadi enam meter. (*/rsd)