< >

Bahan Kimia di Botol Plastik Mungkin Berbahaya

Rabu, 16 April 2008 16:27
Kapanlagi.com - Satu bahan kimia yang terdapat di dalam sebagian kemasan minuman dan makanan plastik termasuk botol bayi mungkin berhubungan dengan pubertas dini dan kanker payudara serta prostat, kata pemerintah AS, Selasa.

Berdasarkan rancangan temuan oleh National Toxicology Program (NTP), bagian dari U.S. National Institutes of Health, anggota senior partai Demokrat meminta Lembaga Obat dan Makanan AS (FDA) untuk mempertimbangkan kembali pandangannya bahwa bahan kimia "bisphenol A" aman pada produk untuk digunakan oleh bayi dan anak-anak.

Bahan kimia itu, yang juga disebut BPA, digunakan di banyak botol bayi dan lapisan plastik kaleng susu formula bayi.

National Toxicology Program bertindak lebih jauh dibandingkan dengan pernyataan terdahulu pemerintah AS mengenai resiko yang mungkin ditimbulkan BPA.

Dikatakannya, "Ada keprihatinan mengenai dampak syaraf dan prilaku pada janin, bayi dan anak-anak akibat kondisi terbuka manusia saat ini."

Temuan itu menyampaikan keprihatinan mengenai kondisi terbuka di kalangan masyarakat tersebut, "berdasarkan dampak pada kelenjar prostat, kelenjar susu, dan usia pubertas lebih cepat pada perempuan."

Anggota Senat John Dingell, anggota Demokrat dari Michigan dan Ketua Komite Perdagangan dan Energi di Majelis Permusyawaratan Rakyat, mengatakan rancangan tersebut menimbulkan keraguan mengenai sikap FDA bahwa BPA aman.

"Saya berharap FDA bersedia mempertimbangkan kembali posisi mereka mengenai BPA demi keselamatan anak-anak dan bayi kita," katanya.

National Toxicology Program menyatakan tikus percobaan yang terbuka terhadap tingkat BPA yang sama dengan yang dihadapi manusia, antara lain, mengalami luka pra-kanker di kelenjar susu dan prostat.

"Kemungkinan bahwa `bisphenol A` mungkin berdampak pada pertumbuhan manusia tak dapat dibantah. Penelitian lebih lanjut diperlukan," kata lembaga AS tersebut.

"Bisphenol A" digunakan dalam produksi plastik polikarbonat dan resin epoxy, dan dapat ditemukan pada kemasan makanan serta minuman dan "cakram padat" dan berapa peralatan medis. Sebagian bahan segel gigi atau campuran juga berisi bahan itu.

National Toxicology Program menyampaikan "keprihatinan sepele" bahwa kondisi terbuka perempuan hamil terhadap BPA mengakibatkan kematian bayi atau janin sebelum dilahirkan, gangguan kelahiran atau berkurangnya berat badan serta pertumbuhan bayi. Lembaga tersebut juga memiliki "keprihatinan sepele" bahwa kondisi terbuka mengakibatkan gangguan reproduksi pada orang dewasa.

Kelompok industri American Chemistry Council menyatakan kesimpulan itu mengkonfirmasi bahwa kondisi terbuka manusia terhadap "bisphenol A" sangat rendah dan menyatakan tak ada bukti langsung bahwa kondisi tersebut mempengaruhi reproduksi atau perkembangan pada manusia.

Di Kanada, harian Globe and Mail melaporkan bahwa Kementerian Kesehatan Kanada siap mengumumkan bahwa BPA adalah bahan berbahaya, sehingga menjadikannya sebagai badan pembuat peraturan pertama di dunia yang mencapai keputusan itu. Surat kabar tersebut menyatakan Kementerian itu dapat mengumumkan keputusannya secepatnya Rabu.

Pegiat lingkungan hidup telah lama memperingatkan mengenai keprihatinan kesehatan sehubungan dengan bahan kimia itu. Mereka memuji rancangan temuan NTP tersebut, yang menyampaikan keprihatinan lebih potensial mengenai bahan kimia itu dibandingkan dengan yang dilakukan satu panel ahli yang menyarankan program tersebut tahun lalu.

"Keputusan NTP memperbaiki catatan ilmiah. Itu mencerminkan badan penting sains yang memperlihatkan BPA mungkin memainkan peran dibandingkan perkiraan sebelumnya pada sejumlah gangguan kesehatan umum," kata Anila Jacob dari Environment Working Group dalam suatu pernyataan. (*/cax)