Menurut informasi dari Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya di Jakarta, Rabu, kerusakan kini melanda sebanyak 27 lampu pengatur lalu lintas di lima wilayah ibukota.
Dari jumlah tersebut, kerusakan lampu lalu lintas yang terbanyak terjadi di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Selatan.
Padahal, pada tanggal 3 April 2008, jumlah lampu lalu lintas yang rusak adalah sebanyak 26. Hal itu menunjukkan bahwa relatif tidak ada perubahan dalam jumlah lampu lalu lintas yang rusak sepanjang April 2008.
Meski demikian, terdapat lampu lalu lintas yang telah diperbaiki seperti di sekitar akses keluar bus di Terminal Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Sebelum lampu lalu lintas diperbaiki, jalan raya di kawasan tersebut mengalami kemacetan parah terutama pada senja hari ketika banyak orang pulang kerja.
Kerusakan lampu lalu lintas itu terjadi karena tiga warna yang terdapat di dalam lampu pengatur lalu lintas (merah, kuning, dan hijau) menyala secara bersamaan dan terus-menerus. Kini, arus lalu lintas relatif lebih lancar dibandingkan sebelum lampu diperbaiki.
Menurut Kepala Seksi Penerangan Jalan Suku Dinas Pekerjaan Umum Jakarta Selatan, Iswandi, perbaikan itu segera dilakukan antara lain karena gencarnya keluhan warga yang merasa tidak nyaman melewati jalan di kawasan tersebut sejak rusaknya lampu lalu lintas.
Iswandi menuturkan, pihaknya belum bisa memperbaiki kerusakan lampu lalu lintas di seluruh wilayahnya karena anggaran yang ada masih terbatas dan tidak mencukupi.
"Bila anggaran telah cair dan kami terima, maka pasti perbaikan itu akan kami segera laksanakan," katanya. (*/cax)