
Koordinator Program Bahasa Indonesia SLCC UQ, Asosiat Prof. Helen Creese di Brisbane, Rabu (16/4), mengatakan penayangan 24 film karya para sineas Indonesia, Perancis, Korea, Spanyol, Jerman, Rusia, Jepang, dan China itu dimaksudkan untuk memeriahkan International Year Language (IYL) PBB.
Semua film yang ditayangkan setiap hari mulai Pukul 13.00 waktu Brisbane di Ruang 3, Perpustakaan SS&H UQ itu dilengkapi dengan teks bahasa Inggris untuk membantu para mahasiswa dan siapa saja yang menonton mencerna isi cerita dalam film-film itu, katanya.
Bahasa-bahasa yang digunakan dalam 24 film itu mencerminkan jumlah program studi kebahasaan yang ada di SLCC, kata Indonesianis yang menjadi editor buku Seabad Puputan Badung: Perspektif Belanda dan Bali bersama Darma Putra dan Henk Schulte Nordholt (2006) itu.
Selain tiga film Indonesia itu, film-film asing lain yang ditayangkan adalah 8 FEMMES (Delapan Wanita - Perancis), VOLVER (Kembali - Spanyol), DIE BITTEREN TRANEN DER PETRA VON KANT (Air Mata Kepedihan Petra von Kant - Jerman), SU ZHOU HE (Sungai Su Zhou - China), dan VOZVRASHCHENIYE (Kembali - Rusia).
Seterusnya BIN JIP (Tiga Baja - Korea), HE NI ZAI YI QI (Bersama - China), LOLA RENNT (Lari Lola Lari - Jerman), KAH-CHAN (Mama Besar - Jepang), dan EL SEPTIMO DIA (Hari Ketujuh - Spanyol), katanya.
Sedangkan film ADA APA DENGAN CINTA yang dibintangi Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra itu akan ditayangkan pada 22 April, sementara JANJI JONI dan PASIR BERBISIK masing-masing ditayangkan pada 6 Mei dan 16 Mei. (*/boo)
Lihat Profil: Dian Sastrowardoyo, Nicholas Saputra