< >

Nirwan Bakrie Disebut-sebut Bakal Gantikan Nurdin Halid

Rabu, 16 April 2008 20:37
Kapanlagi.com - Nirwan Dermawan Bakrie sepertinya masih "malu-malu" saat para wartawan bertanya mengenai kesediaannya untuk menjadi ketua umum baru PSSI.

Pertanyaan tersebut merebak setelah PSSI di Jakarta, Rabu, menegaskan akan memenuhi permintaan badan sepak bola dunia FIFA untuk menyesuaikan Pedoman Dasar (PD) dengan Standar Statuta FIFA.

Dengan demikian, jika PD tersebut diratifikasi pada awal Mei 2008 sesuai permintaan FIFA dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), maka tiga bulan setelahnya, sekitar bulan Agustus, akan ada pemilihan pengurus baru PSSI, termasuk ketua umumnya.

PSSI juga menyatakan telah mengadopsi ketentuan yang melarang seorang kriminal untuk menjadi pengurus --pasal 32 ayat 4 Standar Statuta FIFA--, walau mereka menyatakan masih akan membahas definisi "kriminal" itu dengan AFC.

Jika demikian maka tipis kemungkinan Ketua Umum Nurdin Halid, yang tengah menjalani hukuman dua tahun penjara karena kasus korupsi, bisa terus berkuasa atau mencalonkan diri kembali.

Nirwan, yang kini menjabat sebagai wakil ketua umum PSSI, kerap disebut sebagai salah satu calon kuat untuk menjadi ketua menggantikan Nurdin Halid.

"Yang terpenting sekarang ini menyelesaikan statuta dulu. Bagaimana bisa ada pemilihan pengurus kalau dasar hukumnya belum ada," kata Nirwan di Jakarta, Rabu, usai menjelaskan hasil pertemuan perwakilan PSSI dengan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (15/4).

Saat didesak lebih lanjut oleh para wartawan, pria kelahiran Jakarta, 1 November 1951 itu hanya tertawa dan kemudian menjawab, "calon ketua umum itu banyak, tapi tunggu statuta selesai dulu lah."

"Dalam statuta nantinya kan ada syarat-syarat bagi calon pengurus baru dan saya belum tahu apa saja syarat-syarat itu," kata pemimpin Kelompok Usaha Bakrie dan pemilik klub sepak bola Pelita Jaya itu.

Selain Nirwan, beberapa nama lain seperti bos Jawa Pos Grup Dahlan Iskan, pengusaha Rahmat Gobel, pemilik Medco Group Arifin Panigoro dan mantan Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia Adang Daradjatun, sempat disebut-sebut pantas menjadi orang nomor satu di PSSI.

Akan tetapi hingga saat ini belum ada satu pun yang dengan tegas menyatakan minatnya untuk mengurusi sepak bola Indonesia. (kpl/rsd)