Bocah Tewas Kena Senapan Angin

Kapanlagi.com - Yoga Pratama (6), warga Dusun Balongsari RT19/RW04 Desa Kebonagung Kecamatan Porong, Sidoarjo, tewas, setelah dadanya tertembak senapan angin secara tak sengaja.

Karena dinilai meninggal tak wajar, jasad korban dikirim ke RSUD Dr Soetomo Surabaya untuk diotopsi luar dalam.

Korban merupakan anak satu-satunya dari pasangan suami istri, Ma`arif (30) dan Lusiana alias Asia (27). Akibat kejadian ini, bapak dan ibu korban terus menerus pingsan.

Ma`arif kepada wartawan di ruang Reskrim Polres Sidoarjo, Rabu, semula tak mampu menceritakan kejadian yang sebenarnya, karena terus meratapi kepergian anaknya untuk selama-lamanya. Dengan kata terbata-bata diiringi tangis, akhirnya bersedia bercerita.

Kejadian itu bermula ketika, Selasa (15/4) dirinya meminjam senapan angin kepada temannya, Slamet, untuk menembak burung. Setelah berhasil menembak mati enam ekor burung, langsung pulang ke rumah dan melihat lampu ruang tengah padam.

Kemudian, Ma`arif berusaha memperbaiki lampu dan meletakkan senapan anginnya di teras. Namun tak lama kemudian, terdengar suara letusan dibarengi jeritan anaknya.

Mendengar teriakan itu, Ma`arif keluar dan melihat dada anaknya berdarah hingga dibopong minta bantuan tetangga untuk dilarikan ke RS Bhayangkara Pusdik Porong, hingga akhirnya meninggal dunia.

Mendengar korban meninggal, warga setempat geger, sehingga senapan angin yang menyebabkan korban tewas itu dibuang di kebun tebu oleh salah satu keluarga Ma`arif.

"Saya sama sekali tak ada firasat apa-apa. Saya sangat terpukul dan sedih sekali," kata Ma`arif sambil menangis.

Kapolres Sidoarjo AKBP Drs Marulli CC Simanjuntak SH MH Msi mengatakan, dalam kasus itu orang tua korban tidak dikenai penahanan karena semata-mata faktor manusiawi yakni hanya lalai yang menyebabkan anaknya meninggal dunia.

"Yang meninggal itu adalah anak kandungnya dan bapaknya tidak ditahan. Namun, kasusnya tetap dilanjutkan. Selain orangnya dan alamatnya jelas, ada pihak yang menjamin, sehingga mudah untuk dilakukan pemeriksaan," kata Kapolres Sidoarjo.

Ia menambahkan, korban tewas karena dadanya tertembus peluru. "Korban tewas bukan ditembak, tetapi tertembak saat senapan angin itu dibuat mainan anaknya," katanya. (kpl/rif)

©2003-2007 KapanLagi.com