< >

Nova Riyanti Yusuf Dapat Inspirasi di Kamar Jaga

Kamis, 17 April 2008 08:41
Kapanlagi.com - Bagi dokter dan novelis Nova Riyanti Yusuf, inspirasi menulis bisa datang dari berbagai hal di mana pun ia berada, bahkan ketika berada di balik pintu kamar jaga malam dokter di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.

Inspirasi itu dituangkan Nova menjadi puluhan esai dengan pendekatan populer yang dirangkum dalam buku terbarunya Stranger Than Fiction. Buku ini diluncurkan di Jakarta, Rabu (16/4) malam, dikemas dalam sebuah diskusi menghadirkan pembicara Budiman Sujatmiko, Garin Nugroho, Goenawan Mohamad, dan Sandiaga S Uno.

"Buku ini adalah kumpulan esai kedua saya, isinya tentang realitas sosial dengan sedikit ulasan dari sudut pandang psikiatri. Sebagian besar ceritanya saya tulis di RSCM ketika sedang sepi pasien," ujar Nova dalam wawancara usai peluncuran buku.

Esai dalam buku Stranger Than Fiction merupakan kumpulan tulisan Nova yang pernah dimuat di majalah Djakarta dan koran Tempo. Awalnya terdapat 25 tulisan yang dikumpulkannya, setelah melalui proses penyuntingan terkumpul sebanyak 16 esai yang akhirnya dibukukan.

Perempuan yang tengah menempuh program pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kedokteran Jiwa di FKUI ini mengungkapkan topik yang diangkat dalam esainya sebagian besar tentang politik, lingkungan hidup, social sickness, cinta, dan keluarga.

"Gaya penuturan cerita dalam buku ini menggunakan bahasa anak muda yang gaul sehingga dapat dibaca dan dinikmati semua generasi," ujar editor Stranger Than Fiction, Mirna Yulistianti.

Mirna mengatakan judul buku tersebut dipilih dari beberapa judul yang ada di dalam buku setebal 96 halaman itu. Stranger Than Fiction dianggap sangat pas menggambarkan Nova yang telah lama terkenal sebagai novelis.

"Realita kadang memang lebih aneh dibandingkan fiksi," kata tambah Nova.

Buku terbitan Gramedia Pustaka Utama ini merupakan karya Nova ke-9, setelah sebelumnya ia menerbitkan karya di antaranya novel Mahadewa Mahadewi dan Imipramine, serta beberapa novel adaptasi 30 Hari Mencari Cinta, Betina, dan Garasi.

Kini ia terus mengasah kemampuannya menulis di antara kesibukan sebagai pengurus DPP Partai Demokrat, pendiri Metafora Institute, dan menyelesaikan studi Pendidikan Doktor Spesialis Ilmu Kedokteran Jiwa di FKUI. (*/boo)

Lihat Profil: Nova Riyanti Yusuf, Garin Nugroho


Arsip Foto Nova Riyanti Yusuf
sep_005.jpg
sep_004.jpg
sep_003.jpg
sep_002.jpg