Ratusan PKL Surabaya Unjuk Rasa Tolak Penggusuran

Kapanlagi.com - Ratusan pedagang kaki lima (PKL) se-Kota Surabaya, Kamis, menggelar unjuk rasa di depan Balai Kota Surabaya dan gedung DPRD Surabaya menolak adanya penggusuran PKL yang tidak memihak rakyat kecil.

Aksi tersebut dimulai sekitar pukul 09.30 WIB dengan melakukan "long march" mulai dari Taman Bungkul, Jl. Darmo menuju Kantor Pemkot Surabaya, Jl. Sedap Malam dan gedung DPRD Kota Surabaya, Jl. Yos Sudarso.

Para peserta aksi berjalan beriringan dengan membawa sejumlah spanduk dan poster bertuliskan "Hidup PKL Surabaya", "Ayo bersatu melawan tirani, mundur satu langkah adalah pengkhianatan", "Tolak penggusuran tanpa solusi" dan lainya.

Koodinator aksi, Khoirul Anam, mengatakan penggusuran PKL yang dilakukan petugas Satpol PP dan Polwiltabes Surabaya akhir-akhir ini tidak membuat Surabaya menjadi lebih baik, melainkan mengakibatkan pengangguran di mana-mana.

"Kami kecewa, karena penggusuran PKL selama ini dianggap mengganggu estetika," katanya saat berorasi di Taman Bungkul Surabaya.

Menurut Cak Anam panggilan akrab Khoirul Anam, tindakan penggusuran yang dilakukan pemkot terhadap PKL di 12 titik di Surabaya, di antaranya di Jl. Kapasari, Gembong, Pandegiling dan lainnya, merupakan tindakan yang semena-semena.

Mengenai jumlah PKL se Surabaya, ia mengatakan bahwa sampai saat ini jumlahnya sudah mencapai sekitar 6.000 orang.

"mau dikemanakan para PKL itu. Pemkot dengan seenaknya menggusur tanpa memberi solusi lahan atau lokasi relokasi. Itu yang kami sayangkan," katanya.

Selain itu, kata dia, penggusuran PKL oleh Pemkot Surabaya telah dianggap diskriminatif. Pasalnya ada sebagian kecil PKL yang digusur tetap disediakan lahan relokasi, seperti PKL buku bekas di Jalan Semarang.

Sedangkan PKL lainnya, seperti di Jl.Gembong, Jl.Kapasari dan Jl. Pandegiling tidak diberikan lahan relokasi.

"Hal inilah yang mengakibatkan kecemburuan di antara para PKL di Surabaya," katanya.

Untuk itu, kami menyerukan para PKL se-Surabaya bersatu melawan setiap kebijaksanaan yang merugikan PKL.

Aksi ini juga mendapat respon dari Paguyuban PKL se-Surabaya, Formabes, Ikamara, LBH Surabaya, Forum Pemuda Madura, PKC PMII Jatim dan lainnya. (*/cax)

©2003-2007 KapanLagi.com