SBY Akan Hadiri Temu Puncak G-8 di Jepang
Kapanlagi.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dijadwalkan menghadiri temu puncak (KTT) Kelompok Delapan (G-8) di Toyako, Hokkaido, Jepang, pada Juli mendatang."Presiden Yudhoyono telah menyatakan setuju memenuhi undangan Jepang untuk menghadiri KTT G-8 pada 7-9 Juli 2008," kata Wakil Dutabesar Jepang Satoru Satoh dalam jumpa pers di Jakarta pada Kamis (17/4). Menurut dia, Presiden SBY merupakan salah satu dari delapan pemimpin negara bukan anggota G-8 yang diundang Jepang selaku tuan rumah untuk menghadiri pertemuan puncak tersebut. Delapan negara bukan anggota G-8 itu adalah Indonesia, India, Australia, Korea Selatan, Cina, Afrika Selatan, Brasil, dan Meksiko. "Presiden Yudhoyono diundang dalam pertemuan puncak kelompok negara ekonomi maju itu karena Jepang menilai Indonesia memainkan peran penting di kawasan ini, terutama menyangkut masalah perubahan iklim," kata Satoh merujuk pada KTT Perubahan Iklim di Bali beberapa waktu lalu. Saat ditanya apakah dalam kunjungan itu, kepala negara memiliki agenda lain di samping KTT G-8, Satoh mengatakan bahwa kunjungan tersebut berlangsung sekitar satu hari dan jadwalnya masih diproses. Agenda KTT G-8 itu antara lain membicarakan masalah keuangan, energi, perubahan iklim, lingkungan, perburuhan, ilmu, dan teknologi. Di sisi lain, pemerintah Jepang mengundang 100 pelajar tingkat menengah dari Indonesia untuk berkunjung ke Jepang sebagai bagian dari peringatan "Tahun Emas Persahabatan Indonesia-Jepang". Satoh menjelaskan, 100 pelajar akan ke Jepang selama 10 hari itu, 22 April-1 Mei, merupakan yang pertama dari tiga rombongan. Rombongan kedua dan ketiga masing-masing 100 pelajar akan berkunjung ke negeri Sakura itu pada Juli depan. Disebutkannya, selama di Jepang mereka akan melakukan berbagai kegiatan di sekolah tingkat menengah setempat, di samping berkunjung ke Kementerian Luar Negeri, sarana lingkungan, keilmuan, industri, dan tempat budaya. Kegiatan itu merupakan bagian dari program JENESYS (Jaringan Pertukaran Siswa dan Pemuda Jepang-Asia Timur). Program JENESYS tersebut digagas Perdana Menteri Jepang ketika itu, Shinzo Abe, dalam KTT kedua Asia Timur pada Januari 2007. Program senilai 315 juta dolar Amerika Serikat (sekitar 2,8 miliar) itu mengundang 6.000 pelajar negara Asia Timur, yang mencakup ASEAN, Australia, Cina, Korea Selatan, dan Selandia Baru untuk berkunjung ke Jepang setiap tahun selama lima tahun ke depan. Misi utama siswa Asia Timur itu ialah mempererat hubungan antara Jepang dengan negara tersebut, demikian jelas Satoh. (kpl/rif) |