"Kami akan bermain all out seperti putaran pertama dan tidak akan mencoba-coba pemain pada seri terakhir ini," tegas pelatih Electric Victor Laiyan di Jakarta, Kamis.
"Saya tidak akan mencoba rotasi pemain karena khawatir performa tim menurun dan malah merusak permainan menjelang final four," tambah Victor.
Hingga menjelang seri terakhir ini, Electric baru sekali kalah dalam delapan pertandingan yang telah dijalani dan memuncaki klasemen.
Pada seri terakhir di Gedung Basket Gelora Bung Karno, Jakarta, 18-20 April, Yulianingsih dkk. akan berhadapan dengan Surabaya Bank Jatim pada Sabtu (19/4) dan Gresik Petrokimia sehari kemudian.
Victor optimistis bisa kembali menang atas lawan yang mereka kalahkan pada putaran pertama itu.
"Komposisi tim lawan, terutama Bank Jatim yang kini diperkuat dua pemain asing, agak berubah dibandingkan pada putaran pertama. Tapi kami yakin bisa mengimbangi permainan mereka," jelasnya.
Untuk Bank Jatim, Victor menyatakan mewaspadai dua pemain asal Cina Wang Ting dan Zhang Jing yang pernah membela tim nasional Cina pada 2006. Dua quicker itu, menurut Victor, adalah kekuatan utama Bank Jatim saat ini.
"Kami sudah melihat rekaman pertandingan lawan dan berlatih untuk mengantisipasi permainan mereka," imbuh Victor.
Optimisme serupa diutarakan oleh kapten Electric Yulianingsih dan kemudian menegaskan tekad mereka untuk menjadi juara musim ini.
"Kami ingin Proliga kembali direbut oleh Electric seperti empat tahun lalu," kata Yulia.
Electric terakhir kali merebut mahkota Proliga pada 2004
"Memang tim lain juga pasti memiliki keinginan yang sama tetapi kami siap menghadapi mereka," tandasnya.
Ketua Electric, Suyyud, juga menyatakan tidak sabar lagi menanti gelar juara kembali ke klubnya.
"Mudah-mudahan siklus empat tahunan juga terjadi di Proliga," kata Suyyud setengah bergurau. (kpl/rsd)