< >

Jangan Remehkan Penyakit TBC

Kamis, 17 April 2008 05:23
Kapanlagi.com - Kalangan masyarakat diingatkan agar jangan menganggap enteng penyakit tuberculosis (TBC) karena penderita TBC yang tidak diobati akan menularkan kepada sebanyak 10 orang hingga 15 orang di sekitarnya.

"Penanggulangan penyakit TBC tidak mudah dilakukan, meskipun sarana/prasarana sudah tersedia. Hal ini akibat adanya kemiskinan, masyarakat tidak sadar menderita TBC, kesadaran penderita untuk berobat kurang, dan malu menderita penyakit TBC," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng, dr. Hartanto, di Semarang, Kamis (17/4).

Cara memutus rantai lingkaran penularan TBC, kata Hartanto, harus diupayakan melalui pengentasan kemiskinan dengan penyediaan lapangan kerja yang memadai karena peningkatan penghasilan memadai berdampak pada perbaikan lingkungan, perumahan, dan gizi.

Ia mengatakan, pencarian para penderita TBC baru di beberapa daerah Jateng hingga sekarang ini terus diintensifkan, karena penyebaran penyakit TBC tidak tampak namun lama kelamaan menjalar.

Hartanto mengatakan, para penderita penyakit TBC baru yang ditemukan petugas kesehatan langsung diobati secara intensif agar tidak menulari masyarakat di lingkungannya. TBC termasuk 10 besar penyakit pembawa kematian, sehingga perlu diwaspadai.

Penderita penyakit TBC di Jateng diperkirakan hingga kini mencapai 35 ribu orang. Sedangkan penderita TBC yang ditemukan dan diobati baru mencapai 50% dari total jumlah penderita TBC. Padahal, Dinkes Jateng menargetkan penemuan dan pengobatan sebesar 70%, katanya.

Ia menjelaskan, sekitar 75% dari total jumlah penderita TBC di Jateng berusia produktif. Sedangkan, sekitar 60% dari total jumlah penderita TBC itu merupakan penduduk miskin.

"Penyakit TBC dapat menjadi penghambat upaya pengentasan kemiskinan di Jateng, karena daya tahan dan produktivitas penderita menjadi rendah sehingga tidak bisa beraktivitas maupun berkarya optimal," pungkasnya. (kpl/rif)