Namun lebih lanjut IBM menyatakan bahwa tidak ada rencana untuk mengganti semua Windows yang selama ini mereka gunakan dengan operating system lain seperti Mac misalnya. "Kami hanya melakukan apa yang biasa kami lakukan: Mencoba hal-hal baru," ungkap juru bicara IBM.
IBM berencana untuk tetap menggunakan Windows namun sedang menjajaki kemungkinan untuk memberi karyawan mereka pilihan untuk menggunakan platform lain seperti Mac atau Linux. "Kami ingin para karyawan bisa memilih sistem operasi yang lebih sesuai dengan pekerjaan mereka agar mereka bisa lebih produktif dan inovatif," lanjutnya.
Sebenarnya IBM sudah pernah melakukan proyek serupa Oktober tahun kemarin dengan mengikutkan 24 orang karyawannya. Ke-24 karyawan ini dicoba menggunakan MacBook Pro selama 4 bulan.
Hasilnya, ada 22 orang karyawan yang memberikan umpan balik. 18 orang menyatakan Mac lebih baik dari platform yang semula mereka gunakan. 1 orang menyatakan tidak ada bedanya sementara 3 sisanya menyatakan Mac lebih buruk dari Windows. 19 orang dari mereka memilih tetap memakai Mac dan menggunakan VMware untuk menjalankan Windows bila diperlukan.
Walaupun pemasaran Apple sendiri meningkat sejak adanya Mac namun ternyata Windows masih mendominasi pasar sistem operasi komputer. Menurut Forrester Research, tahun 2007 saja pangsa pasar Windows menurun sekitar 4% menjadi 95% sementara pangsa pasar Mac naik 3 kali lipat menjadi 4,2%. Mac selama ini hanya diminati oleh para maniak Mac dan sekelompok kecil saja. (tec/roc)