< >

Carter Bertemu Delegasi Hamas

Jum'at, 18 April 2008 06:35
Kapanlagi.com - Jimmy Carter telah bertemu dengan delegasi Hamas dari Jalur Gaza di Kairo Kamis setelah Israel melarang mantan presiden AS itu berkunjung ke wilayah Palestina tersebut.

Delegasi itu, yang mencakup pemimpin Hamas Mahmud Zahar dan Said Siam serta empat orang yang lain, pergi ke pertemuan dengan Carter di sebuah hotel di Kairo di tengah penjagaan keamanan ketat.

Sebelum pembicaraan, koordinator Hamas di Kairo Ibrahim al-Darrawy mengatakan bahwa Carter, yang dicerca oleh Israel dan dikecam oleh pemerintah AS karena ingin menemui Hamas, "bersikap baik dan kami memerlukan itu".

Carter makan siang dengan Presiden Hosni Mubarak di tengah upaya tanpa henti Mesir untuk memerantarai gencatan senjata antara gerakan Islam itu dan Israel.

Kesempatan bagi gencatan senjata itu berkurang dengan kerusuhan di Jalur Gaza, tempat kekerasan Rabu (16/4) menewaskan 18 warga Palestina, termasuk seorang jurufoto sebuah kantor berita internasional, dan tiga tentara Israel.

Delegasi Hamas, yang pergi ke Kairo dari perlintasan perbatasan Rafah, "akan memberi tahu Carter mengenai situasi di Jalur Gaza dan mengatakan padanya bahwa Hamas adalah gerakan pembebasan nasional," kata Darrawy.

Pada saat kedatangannya di Mesir, pemimpin kelompok garis keras Hamas Zahar memuji pembicaraan yang akan datang itu.

"Presiden Carter dapat mematahkan pengekangan Israel yang ingin mereka tempatkan antara dia dan Hamas, dan karenanya kami dan saudara kami di Damaskus memutuskan untuk bertemu dengannya," katanya.

Mantan presiden itu diperkirakan akan menemui pemimpin politik Hamas di pengasingan Khaled Meshaal di Damakus Jumat.

Zahar dan Siam dianggap sebagai pemimpin Hamas garis keras yang merencanakan pengambilalihan dengan kekerasan Gaza dari pasukan yang setia pada presiden Palestina Mahmud Abbas yang moderat.

Delegasi itu juga akan bertemu dengan kepala intelijen Mesir Omar Suleiman untuk membicarakan kemungkinan gencatan senjata dengan Israel, pembukaan kembali perlintasan Rafah dan nasib serdadu Israel yang ditangkap oleh Hamas pada 2006.

Carter, penerima hadiah Nobel perdamaian 2002, Minggu (13/4) memulai lawatan sembilan hari ke kawasan itu untuk mendorong proses damai Timur Tengah.

Para pemimpin politik Israel telah mencercanya karena rencananya untuk berbicara dengan Hamas, yang dianggap sebagai organisasi teroris oleh negara Yahudi itu dan juga oleh AS dan Uni Eropa.

Carter mengatakan, Israel menolak izinnya untuk melakukan perjalanan ke Jalur Gaza. Israel menutup perbatasannya dengan Gaza setelah Hamas menguasai wilayah itu.

Carter, yang bersikeras ia tidak bertindak sebagai penengah, telah minta pembicaraan dengan Hamas dan Suriah, dengan mengatakan perjanjian damai Timur Tengah tidak dapat dicapai tanpa mereka.

Washington mengatakan bekas presiden itu bertindak dalam kapasitas pribadi.

Setelah dua hari di Mesir, Carter akan melakukan perjalanan ke Suriah, Jordania dan Arab Saudi. (kpl/rif)