"Jujur saja, siapa sih pengusaha yang tidak ingin mendapatkan margin keuntungan. Kita akan tetap berproduksi, untuk memenuhi kontrak pengiriman yang sudah disepakati terdahulu," kata kepala Administrasi PT. Timah, Dwi Agus, di Pangkalpinang, Jumat.
Kenaikan harga timah dunia, dipicu meningkatnya permintaan di pasar timah internasional, sementara pasokan terbatas karena negara produsen utama Indonesia dan China membatasi produksi dalam melestarikan lahan penambangan.
Selama satu tahun terakhir harga balok timah dunia telah bergerak naik 40%. Sebelum dilakukan penataan dan penertiban timah di Indonesia pasca peristiwa Oktober Kelabu di Bangka 2006 lalu, harga timah dunia masih di bawah US$8.000 per metrik ton.
Dwi Agus menyatakan, PT. Timah konsisten memenuhi kontrak pengiriman dan kontrak baru tentunya sudah disesuaikan dengan harga yang berlaku saat penandatanganan kontrak.
Produksi PT. Timah sebesar 58 ribu metrik ton pada 2007 lalu dan 60 ribu ton pada 2008, akan dipenuhi untuk memenuhi pesanan pelanggan dari berbagai industri utama di negara Asia.
Pasar balok timah PT. Timah terbesar kini diserap oleh perusahaan Kinsho Corporation yang mengageni industri otomotif Mitsubishi, selanjutnya diikuti LG Internasional untuk industri elektronik dan Daewoo Korea untuk industri otomotif.
"PT. Timah pada 2007 lalu membutuhkan laba bersih usaha sebesar Rp1,65 Triliun," demikian Dwi Agus. (*/lin)