"Namun sampai sekarang, belum ada data pasti berapa jumlah beras yang masuk ke Sarawak. Dalam waktu dekat, Dinas Pertanian dan instansi teknis akan melakukan pendataan," kata Kepala Dinas Pertanian Kalbar, Hazairin di Pontianak, Jumat.
Harga beras kualitas medium di Kalimantan Barat rata-rata berkisar Rp4.200 - Rp4.800 per kilogram. Sementara di Sarawak, harganya mencapai Rp8 ribu per kilogram.
Dari lima kabupaten yang berbatasan langsung dengan Sarawak, dua di antaranya termasuk sentra pertanian sawah di Kalbar yakni Sambas dan Bengkayang. Namun, melalui "jalan tikus" menuju Sarawak di dua kabupaten tersebut serta di lokasi rencana pembangunan Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB) Jagoi Babang (Bengkayang) dan Aruk - Sajingan (Sambas).
Ia mengakui, saat ini terjadi kenaikan harga pangan hingga tiga kali lipat di pasar global. "Tetapi, harga pangan di Indonesia seperti beras lebih rendah dibanding harga internasional seperti beras. Ini merupakan peluang untuk petani namun harus diperhitungkan pula stabilitas pangan nasional dan daerah," kata Hazairin.
Produktivitas padi Kalbar terbilang rendah yakni sekitar 3,1 ton gabah kering panen per hektare sehingga menempatkan Kalbar di urutan ketiga terendah. Angka tersebut jauh lebih rendah dibanding Malaysia yang mampu mencapai 9 ton GKP per hektare.
Sentra produksi padi di Kalbar saat ini tersebar di tujuh kabupaten yakni Sambas, Bengkayang, Pontianak, Kubu Raya, Landak, Ketapang dan Kayong Utara. Sebagian besar areal terletak di kawasan pesisir yang mengandalkan sawah tadah hujan.
Secara keseluruhan, luas areal lahan pertanian sawah di Kalbar mencapai 400 ribu hektare. Total produksi setara beras mencapai 750 ribu ton. Sebagian produksi yang tidak terserap pasar Kalbar dijual ke pulau-pulau sekitar dan Kepulauan Riau. (*/lin)