< >

Merasa Ter-Sudut Sambil Di-Pandang, Emosi Wapres JK Keluar

Jum'at, 18 April 2008 13:29
Kapanlagi.com - Hampir semua acara talk show yang ada cuma seperti tanya jawab antara pewawancara dengan yang diinterview. Namun apa jadinya bila si pewawancara berperan sebagai lawan dengan kaki menyilang sambil terus membabi buta melontarkan pertanyaan pada pihak yang diinterview? Wakil Presiden Jusuf Kalla pernah menjadi korban. JK, demikian keseharian dipanggil, bahkan sampai naik darah alias emosi. Sang ajudan pun terkejut dengan sikap JK. Sebab itu baru kali pertama, ajudan melihat JK diinterview dengan tensi tinggi. Untungnya, si pembawa acara, Rizal Mustary, tidak diusir dari ruang kerja JK. Malah usai wawancara keduanya berjabat tangan.

Itulah sekelumit pengalaman Rizal yang diceritakan pada media, awal April lalu saat mengenalkan program "Sudut Pandang" yang tayang di channel 30, Astro Awani tiap Selasa pukul 21.30 WIB dan di Jak TV saban Jumat jam 21.30 WIB. Di acara yang berdurasi setengah jam ini, Rizal sengaja bergaya bak petarung alias petinju. Bahkan kaki menyilang sengaja dilakukan dirinya agar kesan tabu diperoleh.

[Info untuk Anda: "Semua berita KapanLagi.com bisa dibuka di ponsel. Pastikan layanan GPRS atau 3G Anda sudah aktif, lalu buka mobile internet browser Anda, masukkan alamat: m.kapanlagi.com"]

"Ya, di sini saya terus mendesak narasumber dengan beberapa pertanyaan. Kami juga berusaha membuka apa yang disembunyikan narasumber sehingga publik pun tahu dan paham atas isu yang tengah dibahas "Sudut Pandang". Bisa dibilang, saya gunakan wawancara dengan teknik combating serta gaya khas," kata bekas host program "Kupas Tuntas" Trans TV ini pada KapanLagi.com.

Walau terbilang "kurang sopan dan berani" namun saat membahas satu isu, Rizal bersama tim sudah mempersiapkan data dan fakta yang dikumpulkan dari berbagai sumber dengan beragam bentuk. Semisal rekaman video hasil temuan koresponden di lapangan maupun pernyataan orang yang berkompeten sesuai dengan isu.

"Saat wawancara saya berposisi sebagai korban atau yang terpengaruh oleh kebijakan itu. Sementara narasumber sebagai pembuat kebijakan. Bisa dibayangkan serunya. Tak jarang narasumber kehabisan kata-kata saat disodorkan data dan fakta di lapangan untuk perbandingan. Jadi di sinilah kekuatan Sudut Pandang," sambungnya lagi.

Lantaran telah cukup lama tayang maka beragam isu menarik dan penting untuk diketahui masyarakat sudah diangkat pada program ini seperti kasus IPDN atau soal buruknya sarana tranportasi di Indonesia. Tidak heran jika Sudut Pandang diminati pemirsa. Bahkan program ini tidak pernah lepas dari lima top program Jak TV.

Lantas bagaimana sikap JK terhadap dirinya saat ini? Ditanya begini, Rizal sambil tersenyum mengaku bahwa hubungan antara JK dengan dia tidak ada masalah. Bahkan JK memuji program Sudut Pandang. "Saya pikir, saya telah membuat sakit hati JK tapi ternyata tidak. Setelah tayang malah saya ditelepon JK dan mendapat sangat apresiasi dengan acara ini. Walau marah namun terlihat cerdas, katanya. Lalu JK minta saya untuk bertemu sambil membawa kopian hasil interview tersebut ke bentuk CD. Kata JK, untuk dibagikan pada pejabat-pejabat dan meminta supaya pers jangan dihindari tapi mesti dihadapi," urai pria berkumis itu panjang lebar.  (kpl/opa)



 Pesan dari sponsor 

Lihat Profil: Jusuf Kalla

KOMENTAR PEMBACA


Berita Yang Paling Banyak Mendapat Komentar


Arsip Foto Jusuf Kalla
002.jpg
001.jpg


BERITA LAINNYA