< >

PLN Masih Butuh US$2 Miliar Biayai Proyek 10.000 MW

Jum'at, 18 April 2008 14:18
Kapanlagi.com - PT PLN (Persero) masih membutuhkan sekitar dua miliar dolar AS guna memenuhi kebutuhan pembiayaan proyek pembangunan PLTU 10.000 MW.

Wakil Direktur Utama PLN Rudiantara usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pembiayaan proyek tersebut di Jakarta, Jumat mengatakan, dari total kebutuhan pendanaan valuta asing proyek 10.000 MW yang mencapai US$3,5 miliar, sebanyak US$1,5 miliar di antaranya telah didapat PLN.

"Sedangkan, kebutuhan pendanaan dalam rupiah mencapai Rp12,9 triliun," tambahnya.

Menurut dia, dari kebutuhan pembiayaan rupiah sebesar Rp12,9 triliun tersebut, Rp5,7 triliun di antaranya ditandatangani pada Jumat (18/4) ini.

Sisanya sebesar Rp7,2 triliun, lanjutnya, akan segera ditandatangani antara lain dengan Bank Mega dan Bukopin.

Disaksikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, PLN dan lima bank nasional, Jumat (18/4), menandatangani pendanaan rupiah untuk lima proyek PLTU senilai Rp5,7 triliun.

Kelima proyek PLTU 10.000 MW yang mendapat pendanaan adalah Paiton Rp601 miliar, Suralaya Rp735 miliar, Labuan Rp1,19 triliun, Indramayu Rp1,27 triliun, dan Rembang Rp1,19 triliun.

Sedang lima bank nasional yang mendanai proyek tersebut adalah Mandiri Rp1,115 triliun, BNI Rp1,098 triliun, BRI Rp1,064 triliun, BCA Rp1,095 triliun, dan Bank Mega Rp1,336 triliun. (*/lin)