Namun peluang tersebut sangat tipis karena pesaing mereka, Jakarta BNI Taplus, harus kalah dengan selisih skor yang sangat jauh dari Yuso pada Minggu (20/4).
Jember sementara naik ke peringkat keempat klasemen dengan 12 poin dengan rasio angka, penentu peringkat jika dua tim memiliki nilai yang sama, 0,94. Sedangkan BNI, yang masih menyisakan satu pertandingan, memiliki 10 poin dengan rasio angka 1,00.
"Kami tidak terlalu berharap untuk lolos ke `final four`. Target kami adalah menutup putaran kedua dengan kemenangan dan kami berhasil mencapai target itu," kata manajer Jember, Widi Prasetyo, usai pertandingan.
Dalam pertandingan tersebut Jember mendominasi Yuso sejak awal dan merebut kemenangan mudah pada dua set awal.
Baru pada set ketiga Yuso, yang menurunkan pemain muda termasuk setter Antonius Adi Nugroho yang baru berusia 14 tahun, memberi perlawanan ketat walau akhirnya kalah.
Pelatih Yuso Putut Marhaento menegaskan timnya tidak sengaja mengalah untuk memberi lawan kemenangan.
"Kami tidak dengan sengaja melepas pertandingan ini. Para pemain banyak melakukan kesalahan pada set awal sehingga akhirnya lawan bisa menang," tandas Putut.
Ia mengakui memang sengaja mengistirahatkan pemain andalannya seperti Sodikin untuk memberi kesempatan kepada pemain muda karena mereka telah pasti lolos ke empat besar.
"Saya tidak ingin ada pemain yang cedera menjelang `final four`. Untuk itu saya sengaja mengistirahatkan pemain yang besar-besar," jelasnya.
Putut juga mengungkapkan pada pertandingan terakhir melawan BNI, Minggu, Yuso juga akan kembali memberi kesempatan kepada pemain mudanya.
Babak "Final Four" Proliga 2008 akan berlangsung 25-27 April di GOR C`tra Arena Bandung. (kpl/rsd)