< >

Seniman Bali Ikut Festival Musik Internasional di Australia

Minggu, 20 April 2008 16:22
Kapanlagi.com - Gubernur Bali, Drs Dewa Beratha, sangat mendukung upaya pelestarian dan promosi kebudayaan yang dilakukan secara swadaya oleh kelompok-kelompok seniman di Pulau Dewata.

Seniman Bali hampir silih berganti mengadakan lawatan ke luar negeri untuk memeriahkan berbagai kegiatan bertaraf internasional, kata Ketua Yayasan Seni Suardana Desa Celuk, Kabupaten Gianyar, I Ketut Suardana, di Denpasar, Minggu.

Ia rencananya memimpin tim kesenian Bali yang beranggotakan sepuluh orang untuk ikut ambil bagian dalam festival musik bertajuk 'Wintermoon' di Byron Bay Australia. Kegiatan yang berlangsung selama tiga minggu Juni mendatang dikuti tim kesenian dari 140 negara di belahan dunia.

Keberangkatan tim kesenian Bali ke negeri Kangguru kali ini merupakan yang kedua untuk mengikuti kegiatan yang bergengsi di Australia.

Dalam kegiatan serupa tahun sebelumnya, tim kesenian Bali yang disponsori pemusik asal Australia Richard Kaal dinilai sangat sukses dalam pementasan kolaborasi antara musik tradisional Bali dengan musik modern.

Suardana mengatakan, persiapan yang sudah dilakukan secara matang itu masih menghadapi satu kendala, yakni belum ada kepastian dari pihak sponsor, karena keberangkatan itu membutuhkan tidak kurang dari Rp100 juta.

"Jika pihak sponsor telah memberikan kepastian, termasuk bantuan dari Pemprop Bali maka kesempatan itu akan dimanfaatkan dengan baik untuk ikut mempromosikan Bali di dunia internasional sesuai harapan Gubernur Beratha," ujar Suardana.

Dalam pementasan yang akan berlangsung selama tiga minggu itu, Richard Kaal yang bermukim di desa lereng Gunung Batukaru, Kabupaten Tabanan kembali akan memperkuat tim kesenian Bali.

Kehadiran Richard Kaal yang cinta dan peduli terhadap musik tradisional Bali itu mempunyai andil yang besar dalam mengkolaborasikan berbagai jenis alat musik tradisional Bali dengan musik modern.

"Richard Kaal yang lebih dari 40 tahun bergelut dalam bidang musik sangat tertarik dengan aneka jenis musik tradisional Bali dan kini bergabung dengan Yayasan Seni Suardana Desa Celuk," ujar Suardana.

Ia menambahkan, Richard Kaal, pemegang visa budaya banyak memberikan sumbangan pemikiran dalam melestarikan dan mengembangkan musik-musik tradisional Bali yang keberadaannya semakin langka.

Musisi yang sering pentas ke mancanegara untuk menggali dana, yang kemudian dimanfaatkan untuk melakukan latihan maupun menggali gending-gending dalam gamelan yang dipadukan dengan musik-musik modern mengiringi olah vokal, baik yang berhaluan keras, sedang dan ringan, tutur Ketut Suardana. (*/bun)