Petenis Amerika Serikat (AS) yang menjadi unggulan kelima bangkit dari kehilangan servisnya pada awal set ketiga untuk memastikan kemenangan dalam waktu satu jam 50 menit.
Williams (26) mematahkan servis petenis Rusia unggulan kesembilan itu pada game ketiga di lapangan tanah liat hijau dan memegang servis untuk merebut set pertama saat forehand lawannya membentur net.
Setelah kalah pada set kedua yang lebih disebabkan karena frustrasi, Williams mematahkan servis Zvonareva dua kali pada set ketiga untuk merebut gelar ke-31 dalam karirnya.
"Ini adalah pertandingan final yang tidak konsisten seperti pertandingan saya sepanjang pekan ini," kata Williams yang berada di peringkat sembilan dunia. "Saya melajukan banyak kesalahan sendiri hari ini, tetapi saya senang bisa menang.
"Saya merasa seperti: `Tuhan, saya harus bisa bermain baik, jika tidak, saya akan marah saat sampai di rumah.` Jadi saya berpikir: `Oke, Serena, kamu tidak punya beban. Yang harus kamu lakukan adalah memainkan permainanmu sendiri`.
"Saya merasa dalam kondisi yang sangat bagus," tambah petenis AS yang peringkatnya akan naik ke peringkat enam dunia, Senin.
"Saya bahkan belum berada di puncak performa. Saya merasa bisa melakukan yang lebih baik. Saya pikir jika saya berada dalam kondisi yang sehat dan menampilkan permainan terbaik, sangat sulit untuk mengalahkan saya."
Mengontrol
Williams, yang sebelumnya memenangi gelar di Bangalore dan Miami musim ini, tampaknya bisa mengontrol pertandingan setelah memenangi set pertama dalam waktu 39 menit.
Frustrasi karena tidak mampu memperoleh poin dari beberapa kesempatan break poin pada awal set kedua, petenis putri berotot dari AS itu gagal mempertahankan servis pada game keenam, setelah melakukan kesalahan ganda sehingga tertinggal 2-4.
Zvonareva, peringkat 17 dunia, memanfaatkan kesempatan yang ada dan merebut set tersebut dari servisnya.
Williams kembali kehilangan servisnya pada game ketiga set penentuan tetapi segera membalasnya saat forehand petenis Rusia berusia 23 tahun itu melebar sehingga kedudukan imbang 2-2.
Setelah kembali memperoleh rasa percaya dirinya, Williams mematahkan servis Zvonareva pada game kedelapan dan mempertahankan servisnya untuk memastikan kemenangan ke-19 dari 20 pertandingan musim ini.
"Saya tidak frustrasi," kata Zvonareva yang menyelamatkan sembilan dari 12 break point selama pertandingan. "Saya terbawa suasana. Kita semua manusia biasa dan kedua pemain ingin menang. Tentu, Anda sedikit kecewa dengan beberapa pukulan.
"Tetapi yang terpenting adalah bisa bangkit dan siap untuk poin berikutnya dan saya pikir, kami berdua bermain dengan baik. Ini adalah pertandingan yang bagus," katanya. (*/cax)