Penyerahan kembali berkas pasangan calon itu akan dilakukan pada Selasa (22/4) kepada semua pasangan calon yang mendaftarkan diri ke KPU Provinsi NTT, kata Ketua Pokja Pencalonan KPU Provinsi NTT, Jhon Depa, MS.i, di Kupang, Senin (21/4).
"Kita telah menyelesaikan verifikasi berkas pasangan calon tahap pertama. Berkas ini akan kami hantar langsung kepada pasangan bakal calon untuk dilengkapi," katanya.
KPU akan memberikan kesempatan kepada pasangan bakal calon untuk melengkapi berkas hingga 28 April mendatang, karena mulai 29 April hingga 4 Mei, KPU akan melakukan verifikasi tahap akhir untuk diumumkan pada 5 Mei mendatang.
Penyerahan hasil verifikasi tahap pertama itu termasuk hasil pemeriksaan kesehatan delapan pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT periode 2008-2013 yang dilakukan beberapa hari lalu.
Mengenai dualisme kepengurusan partai politik, dia mengatakan, telah melakukan konfirmasi dengan Jakarta dan hasilnya akan diserahkan seluruhnya kepada bakal calon untuk dilengkapi sesuai persyaratan calon yang sudah ditetapkan.
"Saya belum bisa mengumumkan hasil verifikasi yang telah kami lakukan. Tidak etis, tetapi setelah diserahkan kepada para bakal calon, kita akan mengumumkan kepada publik," kata Jhon Depa.
"Artinya, KPU akan mempublikasikan melalui media massa tentang keseluruhan syarat yang harus dipenuhi oleh parpol atau gabungan parpol pengusung pasangan calon. Syarat ini termasuk hasil pemeriksaan kesehatan," katanya.
Dia menambahkan, alasan KPU untuk mendatangi para calon dan menyerahkan hasil verifikasi adalah semata-mata untuk kepentingan kelancaran proses pelaksanaan Pemilu Gubernur NTT, juga sebagai bentuk penghargaan KPU terhadap pasangan bakal calon yang telah mendaftarkan diri ke KPU.
Dalam penyerahan berkas hasil verifikasi tahap pertama itu pun, kata dia, tidak ada dialog dengan pasangan bakal calon. KPU hanya menyerahkan berkas dan langsung kembali.
Karena itu, jangan ada penafsiran yang keliru tentang langkah yang diambil KPU dalam tahapan verifikasi berkas pasangan bakal calon ini, katanya. (kpl/rif)