< >

Kalteng Kurangi Pasokan Sapi Hingga 1.000 Ekor Per Tahun

Senin, 21 April 2008 18:39
Kapanlagi.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berupaya menekan jumlah sapi yang harus didatangkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi lokal setempat sebanyak 1.000 sapi per tahun, dengan memperbanyak upaya penggemukan sapi lokal.

"Tahun lalu, kita mendatangkan 7.000 ekor sapi dari berbagai daerah lain, namun tahun ini kita upayakan ditekan hingga hanya 6.000 ekor saja," kata Kepala Dinas Kehewanan Kalteng Tute Lelo, di Palangka Raya, Senin.

Menurut dia, pemerintah daerah kini tengah menggalakkan upaya penggemukan sapi besar-besaran di berbagai daerah guna mengurangi ketergantungan impor sapi dari Jawa, Sulawesi, dan Nusa Tenggara.

Tiap tahun, Provinsi Kalteng membutuhkan sekitar 12 ribu sapi, dan hanya sebagian kecil yang mampu diproduksi sendiri.

Proyek percontohan penggemukan dan pembibitan sapi skala besar, juga akan segera dilaksanakan di lahan seluas 50 hektar di daerah Pangkuh dan Tengkiling yang selama ini telah banyak usaha peternakan rakyat skala kecil.

"Tahap awal akan dikembangkan budidaya sapi untuk sekitar 200 ekor sapi. Sementara program pembinaan juga terus gencar dilakukan di daerah sentra peternakan rakyat," jelasnya.

Tute Lelo juga berharap ada investor yang segera masuk guna mengembangkan peternakan sapi modern di Kalteng mengingat potensi daerah yang sangat mendukung untuk pembangunan ranch sapi.

Berdasarkan data Dinas Kehewanan Kalteng, Provinsi itu memiliki sumber daya lahan yang sesuai untuk pengembangbiakan ternak sapi seluas 116.785 hektar.

Potensi lahan seluas itu diperkirakan dapat menampung peternakan sapi dengan kapasitas mencapai 65 ribu sapi. Disamping itu, masih ada potensi lahan sawit yang dapat dikembangkan, integrasi sawit-sapi diperkirakan mencapai 635.961 hektar.

Pemprov Kalteng sebelumnya juga menempuh berbagai program untuk menggalakkan peternakan rakyat di antaranya dengan proyek bantuan pengadaan sapi potong yang terintegrasi dengan program pertanian.

Dalam tahun 2008 ini, direncanakan sebanyak 985 sapi disalurkan kepada masyarakat petani di 14 kabupaten/kota dengan menggunakan pola integrasi sapi-sawit dan sapi-padi dengan sistem bantuan bergulir dari dana APBD setempat.

Selain itu, masih ada sekitar 420 sapi bantuan dengan pola serupa yang akan disalurkan khusus ke wilayah eks Pengembangan Lahan Gambut dari dana APBN. Sehingga total tahun ini ada bantuan sapi sebanyak 1.405 sapi. (kpl/rsd)