Grup yang semula meminta para hacker untuk berpartisipasi dalam aksi meruntuhkan server CNN ini mengurungkan niatnya karena sudah terlalu banyak orang yang mengetahui rencana ini dan situasi sudah menjadi kacau mendekati tanggal yang disepakati itu.
Walaupun rencana ini dibatalkan bukan berarti mereka tidak akan melancarkan aksi serupa di masa mendatang. Setidaknya kelompok Revenge of the Flame sudah merencanakan serangan lagi walaupun belum menyebutkan tanggal yang pasti.
Rencana serangan ini berawal dari liputan CNN atas kerusuhan di Tibet yang membuat para hacker yang pro Cina bersepakat untuk melakukan Distributed Denial of Service (DDOS) atau aksi 'membanjiri' situs CNN dengan harapan akan meruntuhkan server CNN itu. Para hacker yang pro Cina tersebut menganggap liputan CNN itu tidak berimbang dan terlalu 'memojokkan' pemerintah Cina.
Walaupun serangan besar-besaran itu tidak jadi dilakukan, beberapa serangan awal yang tidak terlalu besar sudah dilancarkan para hacker sebelum tanggal 19 April kemarin. Menurut CNN, sehari sebelum tanggal yang disepakati itu, CNN sudah mendapat serangan yang sempat membuat situs CNN menjadi lambat atau malah tidak dapat diakses di beberapa tempat di Asia.
CNN sendiri menganggap serangan itu tidak terlalu berbahaya sementara Arbor Networks, sebuah perusahaan yang mengawasi jaringan internet, melaporkan bahwa CNN mendapat serangan sekitar 14MB per detik yang berlangsung selama 21 menit hari itu. (idg/roc)