"Saat ini, gelombang di sekitar perairan Selat Sunda mencapai ketinggian 1 sampai 1,5 meter, sehingga mengancam terhadap keselamatan pengguna jasa kapal cepat," kata kepala Pimpinan Cabang PT ASDP Pelabuhan Merak,M Ikchan,Senin.
Menurut dia, untuk sementara, pihaknya tidak mengoperasikan dulu kapal Cepat, sehubungan memburuknya cuaca di Selat Sunda.
Saat ini, ujar dia, cuaca buruk tetap harus diwaspadai karena di beberapa pulau dan perairan lainnya telah terjadi gelombang pasang berdasarkan informasi dari pihak Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG).
"Saya sudah menerima keterangan BMG Banten akan terjadi ombak besar serta angin kencang di perairan Selat Sunda," katanya.
Akibat cuaca buruk, lanjut Ikchan, sebanyak 12 kapal cepat terpaksa disandarkan di Pelabuhan Merak. Sebagian lainnya dilakukan perbaikan sambil menunggu cuaca normal.
"Mudah-mudahan diharapkan, Selasa (22/4) cuaca di Selat Sunda membaik, sehingga kapal cepat bisa kembali dioperasikan," kata dia. bisa besok
Akan tetapi, saat ini pihaknya belum menerima laporan kondisi laut di Perairan Selat Sunda terlihat aman. Oleh karena itu, pihaknya tidak mengeluarkan surat izin berlayar (SIB) dan menghentikan operasi kapal cepat untuk melayani penyeberangan Merak-Bakuheni.
Ia menambahkan, pihaknya terus melakukan pantauan dan perkembangan secara berkala tentang perubahan cuaca dan ketinggian gelombang laut di Perairan Selat Sunda guna menghindari terjadinya kecelakaan transportasi laut. "Saya tetap berkoordinasi dengan BMG Banten juga melakukan pemantauan perkembangan kondisi cuaca Selat Sunda," katanya. (kpl/rsd)