< >

Ratusan Pengunjukrasa Tibet Ditangkap di Nepal

Senin, 21 April 2008 23:25
Kapanlagi.com - Polisi Nepal pada Senin (21/4) membubarkan unjukrasa menentang Cina di Katmandu, ibukota negara itu, dan menahan lebih dari 100 pengunjukrasa Tibet.

Pengungsi Tibet itu ditangkap saat mencoba berpawai ke gedung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Katmandu sebagai bagian dari tentangan mereka terhadap penumpasan yang dilakukan Cina baru-baru ini Lhasa.

Polisi Nepal menyatakan sudah menahan sekitar 120 pengunjukrasa sesudah mereka mencoba menerobos garis polisi di dekat gedung badan dunia itu.

Unjukrasa menentang Cina oleh warga Tibet di pengasingan terjadi tiap hari, meskipun ditumpas pemerintah Nepal.

Pada Minggu (20/4), Pengawas Hak Asasi Manusia berpusat di Amerika Serikat mendesak pemerintah Nepal berhenti menangkapi pengunjukrasa Tibet.

"Saat unjukrasa atas pelanggaran Cina terhadap orang Tibet menghebat di ibukota Nepal, Katmandu, polisi terus secara sewenang-wenang menangkap, menahan, dan menganiaya sejumlah besar orang Tibet dalam pelanggaran atas hak mereka atas kebebasan berpendapat dan berkumpul," kata kelompok itu.

Unjukrasa pertama terjadi pada 10 Maret dan sejak itu, ratusan pengunjukrasa ditangkap, kata lembaga tersebut.

"Dalam lima pekan terakhir, polisi menangkap lebih dari 2,500 orang Tibet, yang berunjukrasa secara damai, atau sekedar menjadi warga Tibet," katanya.

Kelompok itu menyatakan mencatat penganiayaan atas banyak orang Tibet dalam tahanan, termasuk pemukulan, berulang kali tak diberi perawatan kesehatan, atau tak cukup diberi perawatan.

Badan itu juga menuduh polisi Nepal menggunakan kekerasan secara berlebihan dalam penangkapan dan melecehkan wanita Tibet.

Nepal menjadi tuan rumah lebih dari 20.000 warga Tibet di pengasingan, kedua terbesar setelah India.

Pemerintah Nepal sudah menyatakan tidak akan membolehkan unjukrasa menentang Cina di negara tersebut.

Lebih dari 500 warga pengasingan Tibet, yang meneriakkan pernyataan menentang Cina, dimasukkan ke kendaraan polisi dan ditahan di Katmandu pada akhir pekan lalu, sesudah berunjukrasa di luar kedutaanbesar Cina, kata polisi.

Jumlah itu merupakan tangkapan terbesar dalam satu hari sejak unjukrasa mulai terjadi bulan lalu di Katmandu untuk menentang penumpasan oleh petugas Cina di Tibet, kata polisi.

Orang pengasingan itu, yang beberapa di antaranya memakai bendera merah-kuning-biru Tibet di punggung mereka, ditangkap secara bergelombang ketika tiba di kedutaan itu.

Kelompok orang pengasingan itu, yang mencat wajah mereka dengan darah palsu untuk melambangkan yang mereka sebut orang Tibet disiksa petugas Cina, membiarkan tubuh mereka lemas tanpa daya dan diseret ke kendaraan polisi sambil meneriakkan "Cina pembohong" dan "Kami ingin Tibet merdeka".

"Kami kini menahan sekitar 502 orang Tibet, termasuk 226 wanita dan biarawati Budha," kata perwira utama polisi Sarbendra Khanal kepada kantor berita Prancis AFP.

Polisi berusaha memburu pengunjukrasa lain Tibet, yang menjauh dari kedutaan itu, dengan menggunakan pentungan bambu panjang.

Sekitar 300 polisi ditugasi menghalangi pengunjukrasa mencapai gugus kedutaan tersebut, yang terletak di pusat ibukota kuno negara pegunungan Himalaya itu.

Khanal menyatakan, pengunjukrasa itu akan dibebaskan dalam waktu 24 jam.

Nepal, yang terletak di antara dua negara besar kawasan, India dan Cina, menerapkan kebijakan "satu Cina", yakni Beijing, yang menetapkan bahwa Tibet dan Taiwan merupakan bagian tak terpisahkan dari Cina. (kpl/rif)