Dua marinir AS tewas dan tiga yang lain terluka ketika seorang pembom membenturkan mobilnya yang dimuati-bom ke sebuah pos pemeriksaan dekat kota Ramadi di Irak barat sekitar pukul 7.30 waktu setempat (pukul 11.30 WIB), kata militer Amerika.
Dua polisi Irak dan 24 warga sipil juga terluka dalam serangan dekat Ramadi, ibukota provinsi Anbar, yang pernah menjadi simbol pemberontakan Arab Sunni terhadap pasukan AS itu.
Marinir ketiga tewas dan satu lainnya terluka dalam serangan bom di tepi jalan terpisah di Basrah Senin, kata militer dalam pernyataan terpisah.
Itu adalah kematian militer AS pertama di Basrah sejak PM Irak Nuri al-Maliki melancarkan tindakan keras terhadap anggota milisi Syiah di kota itu 25 Maret.
Pasukan AS telah dikirim ke Basrah untuk membantu tentara Irak setelah bentrokan sengit meletus di kota pelabuhan itu menyusul tindakan keras tersebut.
Basrah dan Irak selatan berada di bawah komando tentara Inggris yang akhir tahun lalu pindah ke satu pangkalan dekat bandara kota itu setelah menyerahkan provinsi tersebut pada pasukan Irak.
Serangan bom di tepi jalan lainnya menewaskan dua tentara AS "dalam operasi" dan melukai dua orang yang lain, dan juga tiga warga Irak, di provinsi Salaheddin di Irak utara-tengah Senin, kata militer AS.
Warga Irak yang terluka itu terdiri dari dua anggota front anti-al Qaida "Awakening" dan satu penerjemah.
Kematian terakhir itu membuat korban tewas seluruhnya militer AS sejak serangan 2003 menjadi 4.044 orang. Militer kehilangan 32 tentara sejak awal bulan ini.
Seorang wanita pembom bunuh diri sementara itu meledakkan dirinya dekat sebuah pos polisi di provinsi Diyala Selasa dan menewaskan lima polisi serta satu penjaga keamanan, kata pejabat.
Pembom itu menyerang pos polisi di kota Jalawla, 100 Km di timur Baquba, ibukota Diyala, sekitar pukul 6.45 waktu setempat, seorang pejabat polisi Baquba mengatakan.
Dokter Youssef Atta dari rumah sakit Jawla memastikan serangan itu.
"Kami telah menerima mayat enam orang, termasuk lima polisi dan satu penjaga keamanan. Duabelas korban terluka juga dimasukkan di rumah sakit itu."
Mereka yang terluka itu mencakup dua polisi dan 10 warga sipil.
Serangan itu adalah yang kedua oleh wanita dalam banyak hari di Diyala, salah satu wilayah paling berbahaya di Irak yang menampung markas al Qaida.
Pasukan AS dan Irak telah terlibat dalam serangan besar-besaran terhadap mujahidin tapi kelompok itu berusaha untuk melakukan serangan spektakuler dalam beberapa bulan terakhir.
Militer AS juga mengumumkan mereka telah membunuh lima anggota milisi Syiah di Sadr City di Baghdad tempat mereka bentrok sejak serangan di Basrah mulai bulan lalu.
Mereka mengatakan bahwa tim senjata udara AS telah bertempur dengan dua "penjahat" bersenjatakan peluncur granat berpeluncur-roket Senin sekitar pukul 21 waktu setempat, yang menewaskan mereka dan menghancurkan peluncur mereka.
Sekitar pukul 22 waktu setempat, sekelompok tentara telah diserang dengan sebuah bom di tepi jalan yang diikuti dengan tembakan senjata ringan. "Tentara membalas serangan itu dan menewaskan tiga penjahat."
Tindakan keras d Basrah telah memicu gelombang tembak-menembak di wilayah Syiah di Irak, termasuk Kota Sadr, markas pemimpin anti-Amerika Moqtada al-Sadr.
Sekitar 335 orang tewas dan ratusan orang lagi terluka dalam bentrokan di Sadr City.
Peserta pada satu konferensi di Kuwait Selasa bermaksud untuk mengintegrasikan kembali Irak dengan tetangganya yang telah memuji PM Nuri al-Maliki karena menindak keras milisi.
"Para peserta menghargai upaya terus-menerus oleh pemerintah Irak untuk menghadapi mereka yang menimbulkan kekerasan di seluruh Irak," kata satu pernyataan.
Peserta "menyambut baik komitmen pemerintah untuk melucuti senjata dan membubarkan semua milisi dan kelompok bersenjata di luar pemerintah, menjalankan pemerintahan berdasar hukum dan menjamin monopoli negara terhadap pasukan bersenjata". (*/cax)