Namun Dubes Sudan untuk PBB Abdalmahmoud Abdalhaleem mengatakan jumlah itu terlalu dibesar-besarkan.
Wakil Sekjen PBB untuk Urusan Kemanusiaan John Holmes menyebutkan perkiraan baru itu dalam pidato pada pertemuan Dewan Keamanan PBB mengenai konflik di wilayah Sudan barat tersebut.
"Satu penelitian pada 2006 menyebutkan bahwa 200 ribu orang telah meninggal karena dampak gabungan dari konflik itu. Jumlah itu pastinya jauh lebih tinggi sekarang, mungkin sebanyak separuhnya lagi," kata Holmes, menurut teks tertulis pidatonya.
Abdalhaleem mengatakan Khartoum menyebutkan korban tewas 10 ribu orang, sedikit di atas perkiraan pemerintah sebelumnya 9 ribu orang.
"Pidato Holmes itu tidak membantu, tidak benar, tidak dapat dipercaya," katanya. "Ia harus mengatakan pada kami siapa yang melakukan penelitian itu, siapa yang menugaskannya dan bagaimana penelitian itu dilakukan."
Holmes tidak memberikan rincian mengenai dari mana perkiraannya berasal.
Sejumlah pakar internasional juga mengatakan 2 juta orang lebih telah terusir dari rumah mereka akibat konflik di Darfur, wilayah yang luasnya seukuran Perancis.
Homes melukiskan situasi suram di Darfur, tempat baru 9 ribu penjaga perdamaian Uni Afrika yang dikerahkan dari pasukan yang seharusnya mencapai jumlah 26 ribu personil.
Wakil khusus bersama AU-PBB untuk Darfur, Rodolphe Adada, mengatakan bahwa pasukan penjaga perdamaian itu "sangat tidak mungkin mencapai kemampuan operasi penuh sebelum 2009", mengurangi harapan PBB untuk memiliki pasukan penuh itu ditempatkan pada akhir tahun ini.
Holmes mengatakan pekerja bantuan di Darfur juga menjadi korban kekerasan. Ia melaporkan 106 pembajakan kendaraan mereka oleh pemberontak dan pendukung mereka sejauh ini tahun ini, satu peningkatan 350% pada 2007, dan menuduh pemerintah Sudan tidak cukup berbuat untuk melindungi konvoi bantuan. (*/cax)