"Untuk mengikuti Liga Super 2008, Persiter butuh dana Rp20 miliar, tapi sampai kini kas Persiter masih kosong" kata Ketua Umum Persiter Ternate yang juga Walikota Ternate Syamsir Andili di Ternate, Rabu.
Selama ini, Persiter tidak mengalami kesulitan dana untuk mengikuti kompetisi divisi utama karena semuanya ditanggung melalui APBD, tapi sekarang hal itu tidak bisa lagi karena adanya ketetapan dari Mendagri yang melarang penggunaan APBD untuk biaya Klub.
Syamsir mengatakan dirinya tidak berani mengambil kebijakan terkait dengan belum adanya dana tersebut misalnya memplot dana melalui APBD Kota Ternate karena hal itu sudah tidak bisa dibenarkan lagi.
Pihaknya sudah pernah mencoba mengusulkan bantuan dana ke Pemprov Malut melalui pos anggaran bantuan dari KONI Malut, tapi Pejabat Gubernur Malut Timbul Pudjianto menolaknya karena anggaran yang diusulkan terlalu besar (Rp20 miliar).
"Jadi sekarang Pengurus sampai sekarang belum bisa memastikan apakah Persiter ikut Liga Super atau tidak, tapi Pengurus tetap berupaya agar Persiter bisa ikut Liga tersebut" katanya. (*/cax)