
Sejak pukul 07.00 WIB, penggemar Cokelat sudah nampak berkerumun di sisi timur pusat perbelanjaan terbesar di Jogja. Padahal sesuai jadwal, grup dengan 5 personel ini baru akan naik pentas pukul 08.00 WIB. Menunggu satu jam, begitu turun dari mobil yang membawa mereka dari hotel, kedatangan anak-anak muda dari kota Kembang ini pun langsung disambut sorak penonton. "Gue ngerasa kayak di Bandung aja. Kawan-kawan di Jogja begitu antusias," kata Erwin nyeletuk.
Seakan menjawab sambutan penonton, Cokelat pun lantas membawakan sejumlah lagu dari album terbarunya. Peralatan yang ala kadarnya dan sound system yang juga jauh dari standar sebuah pentas musik tidak mengurangi penampilan mereka. Sembari terus melambaikan tangan dan sesekali berfoto bersama penggemar, Cokelat menyuguhkan lagu selama satu jam hanya diselingi oleh jeda tayang SCTV.
Pentas mini Cokelat di Inbox SCTV di Jogja ini tercatat yang pertama setelah mereka absen mengeluarkan album selama 4 tahun terakhir. Dalam albumnya yang terbaru ini, Cokelat sebagaimana diungkapkan Kikan di Jogja, mencoba untuk memberikan warna yang berbeda dari album-album mereka terdahulu.
"Di album baru ini, kami masih dominan di pop-rock. Kami juga berusaha untuk memaksimalkan semangat eksplorasi dalam mengolah musik, dengan mencoba memasukkan nuansa etnik seperti kendang dan gending Bali serta Dizyreddo yang merupakan alat musik tiup khas suku aborigin. Selain itu, juga kami bawakan musik reggae dan musik bossanova dalam lagu Nada Doa," kata Kikan. (kpl/tia)
Lihat Profil: Cokelat, Kikan Cokelat