< >

Bupati Kudus Dilarang Masuk Ruang UN

Rabu, 23 April 2008 19:30
Kapanlagi.com - Bupati Kudus, HM Tamzil, tidak diperkenankan masuk ke ruang kelas SMU NU Al Mar`uf Kudus untuk melihat secara dekat pelaksanaan ujian nasional (UN) Rabu (23/4).

"Berdasarkan peraturan yang baru, hanya peserta dan pengawas UN yang boleh masuk ruang selama ujian berlangsung. Bapak bupati tetap tidak diperbolehkan masuk," kata Kepala Dinas Pendidikan Kudus, Abdul Hamid, ketika menerima kunjungan Bupati Kudus HM Tamzil di SMU NU Al Mar`uf Kudus di Jalan Agil Kusumadya, Rabu (23/4).

Menurut Hamid, larangan tersebut untuk memberikan kenyamanan peserta ketika berkonsentrasi mengerjakan soal, serta untuk menghindari tuduhan membantu peserta dalam mengerjakan soal-soal ujian.

"Tim Pemantau Independen (TPI)-pun tidak boleh masuk ruang," katanya.

Menanggapi larangan masuk ruang tersebut, Bupati Kudus Hm Tamzil, tidak mempersoalkannya, karena masih dapat meninjau peserta ujian dari luar ruang.

"Biarkan mereka merasakan kenyamanan ketika sedang konsentrasi mengerjakan soal-soal UN. Apalagi, soal matematika termasuk kategori mata pelajaran yang sulit," katanya.

"Tentu siswa harus ekstra kerja keras mengerjakan soal-soal tersebut tanpa meremehkan mata pelajaran yang lainnya," katanya.

Hari kedua pelaksanaan UN ini, masing-masing jurusan akan mengerjakan soal UN yang berbeda pada jam kedua. Jurusan IPS jam kedua akan mengerjakan soal ujian Geografi, Bahasa mengerjakan soal Sastra Indonesia dan IPA mengerjakan soal kimia. Sedangkan pada jam pertama, semua jurusan mengerjakan soal mata pelajaran yang sama, yakni Bahasa Inggris.

Terkait kebijakan baru tentang tambahan jumlah soal mata pelajaran dalam UN, Wakil Kepala Sekolah SMU NU Al Mar`uf Kudus, Suyono, mengaku tidak terlalu mengkhawatirkan, karena sekolah telah mengantisipasi dengan mengadakan les tambahan sejak bulan Oktober lalu.

Di samping itu, sekolah juga menerapkan kebijakan baru yakni monitoring ke semua siswa kelas tiga, dengan tujuan untuk mendorong siswa belajar lebih rajin lagi.

"Secara psikologis, siswa memang tertekan untuk belajar giat," katanya.

Menurut dia upaya tersebut untuk mempertahankan predikat kelulusan siswa SMU NU Al Mar`uf Kudus hingga 96% seperti tingkat kelulusan siswa tahun lalu. (kpl/rif)