< >

Persik Lolos Verifikasi dengan Catatan

Rabu, 23 April 2008 23:18
Kapanlagi.com - Tim Verifikasi Badan Liga Indonesia (BLI) menyatakan klub sepak bola Persik Kediri lulus verifikasi. Namun dengan beberapa catatan yang harus segera dipenuhi oleh pengelola klub sebelum kompetisi Super Liga 2008 digelar.

"Berdasar pengamatan kami dalam verifikasi hari ini, Persik telah memenuhi persyaratan-persyaratan yang ditetapkan AFC (Asian Football Confederation) namun dengan penilaian minimum. Artinya, Persik lulus, tapi berapa nilainya? Nanti akan kami publikasikan setelah rapat pleno BLI di Jakarta," kata Staf Direktorat Kompetisi BLI, Darwis Satmoko, di Kediri, Jawa Timur, Rabu sore.

Menurut dia, dari lima aspek yang diwajibkan AFC, hanya aspek legal yang belum sepenuhnya direalisasikan oleh tim dua kali juara Ligina itu.

Sampai sekarang, badan hukum Persik belum terbentuk. Tim Verifikasi BLI hanya mendapatkan surat keterangan mengenai proses pembentukan badan hukum dari Ketua Umum Persik, HA Maschut.

"Dari surat itu kami hanya mendapatkan keterangan bahwa Persik akan menjadi PD (Perusahaan Daerah) Persik. Kami sudah memanggil Kabag Hukum Pemkot Kediri dan yang bersangkutan menyatakan, memang masih dalam proses di instansi yang dipimpinnya," katanya didampingi Staf Ahli BLI, Jopie Leepel.

Namun BLI meminta agar perusahaan tersebut dipimpin oleh seorang profesional, bukan dari kalangan birokrasi seperti perusahaan-perusahaan daerah lainnya.

Sedang mengenai empat aspek lainnya, yakni infrastruktur, sistem pembinaan pemain secara berjenjang, personel administrasi, dan keuangan Persik, BLI melihatnya tidak ada masalah.

"Soal stadion yang termasuk aspek infrastruktur, tidak ada masalah. Meskipun bukan milik klub, tapi sudah ada MoU dengan Persik," katanya di Stadion Brawijaya, Kediri.

Menurut dia, fasilitas yang ada di dalam Stadion Brawijaya sudah sesuai dengan fungsinya, namun masih ada pembenahan, seperti tribun VIP yang tempat duduknya kurang memenuhi syarat, lampu penerangan stadion, dan ruang ganti pemain.

Namun sampai saat ini Tim Verifikasi BLI belum berhasil mendapatkan keterangan tertulis berupa lisensi pelatih Persik, Arcan Iurie. "AFC mensyaratkan pelatih harus memiliki Lisensi A. Ini yang belum bisa saya dapatkan karena pelatih Persik sedang menjalankan program latihan fisik pemainnya di Prigi, Trenggalek," kata Darwis.

Demikian halnya dengan keuangan, Persik diharuskan menyusunnya sesuai dengan standar AFC yang dalam format laporannya menggunakan mata uang Dolar AS.

Tak Memenuhi Syarat

Sementara itu mengenai kualitas penerangan, Staf Direktorat Kompetisi BLI lainnya, Llano Mahardika menyatakan, lampu penerangan di Stadion Brawijaya tidak memenuhi syarat.

"Lampu di Stadion Brawijaya hanya 800 lux, sementara standar AFC adalah 1.200 lux agar pencahayaan di lapangan menjadi sempurna," katanya menjelaskan.

Untuk masalah lampu ini, BLI memberikan tenggat waktu kepada Persik hingga 3 Mei mendatang atau sebelum BLI menggelar rapat pleno.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Umum Persik, Barnadi menyatakan sanggup, termasuk kewajibannya membuat laporan secara berkala, bila memang ada beberapa bagian yang belum dibenahi secara maksimal.

"Kami tetap memberikan toleransi dengan batas waktu tertentu kalau memang ada bagian yang perbaikannya belum maksimal, asalkan ada laporan tertulis yang bisa dipertanggungjawabkan," kata Llano menambahkan.

Sementara itu kedatangan Tim Verifikasi yang beranggotakan Yopie, Darwis, dan Llano itu tidak didampingi Direktur Kompetisi BLI, Djoko Driyono, seperti di beberapa klub lainnya yang sama-sama menjadi kontestan Super Liga 2008.

Darwis beralasan, Djoko Driyono sedang mendampingi pimpinan BLI lainnya menemui Menteri Dalam Negeri untuk melakukan pembicaraan lanjutan mengenai boleh dan tidaknya klub sepak bola di Indonesia dibiayai APBD. (kpl/rsd)