"Penanganan kasus antara Bonix dengan David saat ini terus ditangani, dan berkas berita acara pemeriksaan dalam tahap resume, kata Kapolsek Sario AKP Jeferson Batewa kepada wartawan, Kamis di Manado.
Menurut Batewa, memang dalam kasus ini kedua belah pihak antara Bonix dan guru tersebut saling melaporkan ke polisi, sehingga masing-masing kedua laporan itu diproses.
Pertama yang melaporkan lebih dulu ke kepolisian adalah guru olahraga tersebut yang merasa telah dipukul oleh Bonix saat David sedang mengajar parktik olahraga kepada para siswa di lapangan olahraga Sario Manado.
Namun kemudian, petinju Bonix Saweho melaporkan guru tersebut ke polisi, sebab dirinya merasa lebih dulu dipukul oleh guru tersebut.
Terhadap kedua laporan itu telah diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku, katanya.
Kasus perkelahian itu berawal ketika guru tersebut memberikan pelajaran praktik olahraga kepada murid-muridnya di Lapangan Sario Manado.
Pada saat bersamaan, sejumlah atlet tinju serta cabang olahraga lainnya dari Sulut yang dipersiapkan untuk PON Kalimantan Timur juga melakukan latihan.
Mungkin karena merasa konsentrasi atlet terganggu dengan kehadiran murid tersebut, maka Bonix merupakan salah satu petinju terbaik Sulut itu menegur para murid itu.
Pada saat teguran itu, terjadi kesalahpahaman antara David dengan Bonix, sehingga guru itu diduga langsung memukul petinju nasional itu, sehingga perkelahian antara kedua orang tersebut tidak dapat dihindari.
Akibat perkelahian itu, David mengalami luka di bagian pelipis, dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit, sementara Bonix mengalami memar di bagian wajah. (kpl/rsd)