< >

Hacker Mengaku Disewa Konglomerat Media

Kamis, 24 April 2008 20:30
Kapanlagi.com - Christopher Tarnovsky salah satu dari 2 hacker terbaik dunia Rabu kemarin bersaksi bahwa ia telah dikontrak oleh salah satu anak perusahaan News Corp untuk membuat software untuk 'membajak' namun menolak ketika dituduh menggunakannya untuk menembus sistem keamanan sebuah satelit televisi milik perusahaan lain.

Sidang ini digelar atas tuntutan DISH Network Corp terhadap NDS Group yang adalah anak perusahaan News Corp dengan tuduhan bahwa NDS Group telah menyewa Christopher untuk membobol satelit mereka dan mencuri kode keamanan untuk membuat tiruan dari smart card. Smart card ini diberikan DISH Network kepada pelanggannya untuk mengakses layanan TV premium mereka. DISH Network mengaku dirugikan sebesar US$900 juta karena tindakan ini.

NDS sendiri menolak tuduhan ini dan megatakan bahwa yang mereka lakukan adalah proses reverse engineering yang biasa dilakukan perusahaan lain untuk mengetahui cara kerja sebuah produk. NDS yang juga memberikan jasa keamanan bagi jaringan satelit global termasuk DirectTV ini menolak tuduhan melakukan tindakan pencurian kode keamanan seperti yang dituduhkan DISH Network.

Walaupun Christopher Tarnovsky mengaku menerima pembayaran awal sejumlah US$20 ribu yang dimasukkan dalam perangkat elektronik yang dikirimkan dari Kanada, ia menolak tuduhan telah memprogram ulang smart card dan menyatakan bahwa ia telah dijebak seperti yang dikutip Reuter 23 April kemarin.

Sementara berdasar kesaksian Tony Dionisi yang juga seorang hacker, didapat informasi bahwa Christopher Tarnovsky telah membuat alat yang disebut the stinger dan bahwa ada hacker lain dan pekerja NDS yang telah memprogram ulang 50 smart card dengan alat ini. (rtr/roc)