"Sumbar kini sering dimanfaatkan sebagai satu pusat peredaran narkoba karena jumlah pemakainya cukup banyak di daerah ini," kata Kepala Pusat Cegah Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional, Mudji Waluyo, di Padang, usai menyerahkan bantuan satu unit mobil operasional pada BN Provinsi Sumbar, Kamis (24/4).
Berdasarkan data, Kota Padang termasuk terbesar tingkat penyalahgunaan narkobanya, yakni pada urutan kelima dari 10 kota besar lainnya. Sejumlah kota terbesar tingkat penyalahgunaan narkobanya yakni, Palu (8,4%), Medan (6,4%), Surabaya (6,3%), Maluku Utara (5,9%), Padang (5,5%).
Selanjutnya, Kendari (5%), Bandung (5,2%), Banjarmasin (4,3%), Yogyakarta (4,1%) dan Pontianak (4,1%).
Menurut dia, dari 3,2 juta penduduk pengguna narkoba, sebanyak 1,1 juta adalah pelajar dan mahasiswa, dan jenis terbanyak yang dikonsumsi adalah ganja, sabu-sabu dan putaw.
"Kita prihatin jumlah pelajar dan mahasiswa pengguna narkoba tersebut tiap tahun terus meningkat dan membutuhkan perhatian serius banyak pihak untuk menanggulanginya," katanya.
Terkait hal tersebut, BNN kini memfokuskan untuk melakukan sosialisasi langsung ke sekolah dan kampus untuk meminimalisasi pengguna narkoba tersebut.
Mudji juga berharap, Pemerintah Sumbar lebih fokus untuk melakukan sosialisasi terkait bahaya narkoba bagi masyarakat, terutama pelajar dan mahasiswa, karena daerah ini cukup rawan dan kini banyak diincar para sindikat gelap pengedar narkoba.
Dia menyebutkan, Sumbar memiliki banyak potensi pariwisata dan arus transportasi darat, laut dan udara yang memungkinkan maraknya peredaran narkoba itu.
"Semua potensi itu memungkinkan Sumbar menjadi satu incaran para sindikat narkoba itu, dan untuk itu diperlukan banyak penyuluhan pada masyarakat, pelajar dan mahasiswa agar menghindari narkoba," katanya.
Dengan adanya penyuluhan tersebut, katanya, diharapkan para siswa dan guru dapat memahami bahaya penggunaan narkoba, mengenalinya, serta menghindarinya.
"Terkadang banyak para pemakai awalnya tidak menyadari bahwa mereka mengkonsumsi jenis obat-obatan terlarang itu," katanya.
Untuk itu, BNP dan BN kabupaten/kota diharapkan lebih intensif melakukan penyuluhan tersebut agar tidak banyak generasi muda yang terjerumus menggunakan narkoba itu. (kpl/rif)