
Finjan, sebuah web security company yang bermarkas di California, menyampaikan informasi ini dalam acara InfoSecurity Europe, yang dilaporkan BBC Rabu kemarin. Finjan berhasil menemukan ribuan layanan seperti ini di internet.
Dalam konferensi yang digelar selama 3 hari itu, Finjan mengemukakan bahwa para hacker mulai banyak yang saling memperjual belikan data-data bersifat sensitif ini dan meninggalkan metode lama mereka untuk melakukan kejahatan mereka secara individu. Dengan cara ini para hacker dapat menghemat waktu yang mereka perlukan untuk melakukan tindak kejahatan mereka.
Harga yang dipatok untuk tiap jenis data pun bervariasi. Bila nomor kartu kredit biasanya dijual dengan harga yang relatif murah, data-data perusahaan besar bisa mencapai harga sampai ratusan dollar. Di Inggris saja, perusahaan perbankan telah dirugikan sekitar 290 Poundsterling dari pencurian nomor kartu kredit ini.
Bruce Schneier pendiri dari perusahaan kemanan jaringan BT Counterpane mengemukakan bahwa internet telah menjadi lahan basah buat para penjahat modern ini. "Taktik yang mereka gunakan terus berkembang dan kita tidak bisa memperkirakan teknik yang akan mereka gunakan nantinya," ungkap Bruce.
Belakangan juga muncul trend hacker-hacker muda. Hacker muda ini mengawali 'karir' mereka dengan membuat virus-virus yang mereka sebarkan lewat attachment email. Para hacker ini mulai mencari format file baru untuk mereka eksploitasi. Beberapa ahli memperkirakan format PDF akan menjadi sasaran baru para hacker ini. Banyaknya penggunaan format ini dan rumitnya struktur file PDF membuat file ini jadi target empuk buat para hacker. Yang dikhawatirkan para pakar security adalah bahwa para hacker muda ini dijadikan uji coba bagi para cyber criminal untuk menggali potensi-potensi eksploitasi web lain. (bbc/roc)

Harry Osbourn
Lex Luthor
Lionel Luthor
Pete Ross
Harry Luthor


