Ketua Umum PB PSTI, Syamsul Rizal di Jambi, Jumat mengajak seluruh elemen pembina sepak takraw di tanah air dapat memikirkan dan mencari jalan keluar bagaimana kembali meraih prestasi olahraga tradisional itu minimal dapat berbicara di Asia Tenggara.
Saat ini PB sedang menerapkan sistem pembinaan sepak takraw di tanah air ini dengan memanfaatkan sentuhan ilmu pengetahuan secara ilmiah.
Hasil studi banding ke beberapa negara tetangga, di Asia khususnya Cina, pembinaan olahraga mereka maju pesat karena di sana sudah menerapkan pengetahuan olahraga secara ilmiah, kata Rizal.
Sementara itu di Indonesia termasuk pembinaan sepaktakraw, sistem yang dijalankan masih menggunakan minat dan bakat atlet dan ke depan sistem tersebut sudah harus ditambah dengan sentuhan llmu pengetahuan secara ilmiah.
PB PSTI kini sedang menyusun program pembinaan dengan pola pengembangan jangka panjang memberikan kesempatan kepada atlet berlatih keluar negeri selama beberapa tahun.
Sistem pembinaan seperti itu diharapkan dapat dicontoh seluruh pengprov termasuk Jambi, yang para pengurus baru dilantik periode 2008-2011 diketuai Edi Mahmud.
Untuk Jambi yang kepengurusannya baru dilantik diharapkan dapat mengadopsi program pembinaan PB yang sedang disusun guna mengembalikan prestasi Indonesia di tingkat Asia Tenggara. (kpl/rsd)