Tim asuhan pelatih Huang Mian Cheng itu menundukkan Jakarta BNI dengan skor telak 25-22, 25-22, 25-16.
Meski menurunkan pemain baru, Kim Mc Given yang berposisi sebagai spike, namun Jakarta BNI belum mampu menghadang lawannya yang diperkuat dua pemain China, Wang Ting dan Zhang Jing.
"Pemain sempat hilang konsentrasi pada set kedua, namun berhasil mengatasinya. Pemain sempat nervous," kata Manajer Surabaya Bank Jatim, Eddi Rusianto.
Kemenangan pada laga pertamanya di final four, kata dia, merupakan bekal untuk pertandingan esok hari lawan tim sesama asal Jatim, Gresik Petrokimia.
"Dengan sistem final four seperti ini, setiap tim tak mungkin melepas satu pertandingan pun. Kami akan all out lawan Gresik besok," katanya.
Sementara itu, Pelatih Jakarta BNI Taplus, Sukirno menyatakan kekalahan timnya lawan Surabaya Bank Jatim karena kurangnya latihan malam hari.
"Kami jarang berlatih selepas maghrib atau malam hari, sedangkan di final four kami harus bermain malam. Itu salah satu kendala, meski saya akui Surabaya Bank Jatim mempunyai materi pemain bagus," kata Sukirno.
Ia berharap, duel lawan Jakarta Electric PLN, Sabtu besok, timnya bisa bermain maksimal. Menurut Sukirno, dalam kompetisi reguler beberapa waktu lalu masing-masing mencatat satu kemenangan.
"Pertandingan lawan Jakarta Electric besok adalah final bagi kami. Kami butuh dua kemenangan untuk maju ke final," kata Sukirno.
Sementara itu manajer Surabaya Bank Jatim, Eddi Rusianto mengatakan, timnya siap berhadapan dengan Gresik Petrokimia yang pada laga pertamanya di final four dikalahkan oleh Jakarta Electric. (*/cax)

Harry Osbourn
Lex Luthor
Lionel Luthor
Pete Ross
Harry Luthor


