"Pernyataan ini hanya menunjukkan bahwa Rusia bersiap untuk menggunakan tindakan ekstrem untuk melancarkan perang di Georgia. Kami tak merencanakan operasi militer," kata Givi Targamadze, Kepala Komite Keamanan dan Pertahanan Parlemen Georgia, sebagaimana dikutip oleh kantor berita Interfax.
"Masyarakat internasional mesti mengerti bahwa bahaya agresi berasal dari Rusia dan melakukan setiap tindakan untuk menyelamatkan Georgia dari provokasi di wilayah separatis," katanya.
Kementerian Dalam Negeri Goergia mengatakan tak ada tentara tambahan yang telah dibawa ke Lembah Kodor dan kabupaten Zugdidi, yang berbatasan dengan Abkhazia. "Hanya satuan polisi yang diperkenankan oleh kesepakatan untuk berada di sana," kata jurubicara Kementerian tersebut.
Utusan Kementerian Luar Negeri Rusia untuk Urusan CIS (Persemakmuran Negara Merdeka) Valery Kenyaykin sebelumnya mengatakan bahwa Rusia harus menanggapi dengan cara militer jika Georgia melancarkan operasi militer di Abkhazia. (*/erl)