Pemain bernomor punggung yang baru bergabung dengan Samator pada babak final four di Bandung itu, membuktikan ketangguhannya saat memotori tim Surabaya itu menggilas Bantul Yuso Timkins 3-1, di GOR C-Tra Arena Kota Bandung.
"Kehadirannya memberikan motivasi bagi pemain lainnya dan memberikan keyakinan bagi tim ini untuk menembus final," kata Manajer Samator, Hari Trisnarjo, di Bandung, Minggu.
Penampilan pemain kelahiran Vietnam, 25 Maret 1984 itu sangat prima sebagai spike. Meski baru bergabung di Bandung, Kieu cepat adaptasi dengan pemain lainnya yakni Pongskorn (Thiland), Novi Efendi, Ayip Rizal, Fadlan dan Ariz Ahmad Rizkon.
Penampilan Kieu yang memberikan inpsirasi besar bagi Samator mengejutkan bagi Bantul Yuso Tomkins yang langsung tertinggal dua set pada pertandingan keempat final four di Bandung itu.
Set pertama dan kedua Samator unggul dengan 25-22 dan 25-21. Meski Bantul sempat mengambil set ketiga dengan skor 25-22, namun akhirnya tim asal Yogyakarta yang dimotori oleh M Zainudin dan Andri Widyatmoko itu menyerah pada set keempar dengan skor 22-25.
"Kieu cepat adaptasi dengan permainan tim, itu memudahkan kami untuk menyusun strategi," kata Hari.
Dengan kemenangan itu, Samator Surabaya membuka peluang untuk menembus grand final. Pada final four di Bandung, Samator masih menyisakan dua pertandingan lawn Jakarta P2b Sananta dan Jakarta BNI Taplus. (*/erl)

Masayu Anastasya
Ratu Felisha
Andi Soraya
Lucky Resha
Fairuz A Rafiq


