Wisatawan Amerika yang berlibur ke Bali justru naik 38,5%, dari 16.752 orang Januari-Maret 2007, menjadi 23.206 orang pada periode sama 2008, demikian laporan Dinas Pariwisata Propinsi Bali yang diperoleh ANTARA di Denpasar, Senin (28/4).
Komponen pariwisata Bali semula memperkirakan jumlah kunjungan pelancong asal AS akan berkurang, sebagai dampak resesi ekonomi yang menimbulkan dampak global tersebut.
Turis Amerika yang terbang langsung dari negaranya ke Bali, selama tiga bulan 2008 tersebut terus meningkat, yakni Januari 6.620 orang, Pebruari 7.282 dan Maret melonjak mencapai 9.304 orang.
Semakin banyaknya pelancong AS yang berlibur ke Bali tiga bulan pertama tahun ini, membuat posisi jumlahnya masuk sepuluh besar, dengan andil lima persen dari total wisman ke Pulau Dewata 446.553 orang.
Lain halnya perdagangan luar negeri Bali ke AS, berupa aneka barang kerajinan, hasil industri kecil dan rumah tangga serta komoditas nonmigas lainnya, di awal 2008 ini merosot sebagai dampak resesi ekonomi negeri itu.
Dari laporan Disperindag Bali menyebutkan, perolehan devisa dari mata dagangan ekspor nonmigas ke AS selama dua bulan pertama 2008 hanya bernilai US$15,3 juta, padahal periode sama 2007 mencapai US$18,5 juta.
Dengan demikian perdagangan nonmigas Bali ke negeri adidaya itu melorot hingga 21% di awal 2008, sedangkan aneka barang yang dikapalkan berupa aneka barang kerajinan, garmen, perhiasan dan hasil laut. (*/lin)
jangan2 yg ke bali hanya turis backpacker yg miskin :D