< >

CPO Dongkrak Ekspor Kalteng Hingga 255%

Senin, 28 April 2008 18:16
Kapanlagi.com - Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyatakan nilai ekspor wilayahnya pada periode Januari - Februari lalu mengalami lonjakan hingga 255% didorong melimpahnya produksi CPO (minyak sawit mentah).

"Nilai ekspor Kalteng tercatat sebesar US$67,38 juta, atau melonjak lebih 255% dari periode sama tahun lalu," kata Kepala BPS Kalteng Dantes Simbolon, di Palangka Raya, Senin.

Dantes mengemukakan, sebagian besar komoditi ekspor Kalteng kini didominasi oleh produksi CPO yang masuk dalam jenis lemak dan minyak hewani/nabati dengan nilai US$37,48 juta atau 55,62% dari total ekspor.

Dominasi produk CPO dan turunannya itu, diramalkan akan terus bertambah pada masa mendatang seiring prediksi terjadinya booming produksi CPO pada tahun 2009 mendatang.

Komoditi sektor perkebunan itu kini telah berhasil menggeser komoditi kehutanan dan perkayuan yang selama puluhan tahun mendominasi ekspor Kalteng tapi kini mulai meredup.

Komoditi kayu dan barang dari kayu hanya berada di peringkat kedua dengan nilai ekspor US$17,18 juta, sedangkan bijih, kerak, dan abu logam membukukan ekspor US$8,11 juta.

Sebagian besar ekspor Kalteng dilakukan melalui Pelabuhan Kumais dengan nilai US$40,13 juta, disusul Pelabuhan Pangkalan Bun US$15,31 juta, Pelabuhan Sampit US$10,67 juta dan Pelabuhan Pulang Pisau US$1,27 juta.

"Negara tujuan ekspor terbesar adalah China senilai US$25,98 juta dan Malaysia sebesar US$10,74 juta ," lanjut Dantes.

Sementara itu, untuk nilai impor selama periode Januari - Februari lalu terjadi penurunan yang cukup tajam dari US$12,63 juta pada tahun 2007 menjadi US$5,68 juta pada tahun 2008.

Komoditi impor terbesar juga masih didominasi dari kebutuhan sektor perkebunan kelapa sawit yakni pupuk senilai US$4,44 juta. "Kebutuhan pupuk ini kemungkinan akan melonjak pertengahan tahun saat musim tanam perkebunan," tambah Dantes. (kpl/rsd)