Di Kediri, Pertumbuhan Bank Syariah Lebih Baik

Kapanlagi.com - Pertumbuhan pembiayaan perbankan syariah di Kediri, Jawa Timur, mengungguli pertumbuhan pembiayaan kredit bank umum.

Pemimpin Kantor Bank Indonesia (BI) Kediri, Imam Budiarso, Senin mengemukakan, selama Triwulan I 2008 (Januari-Maret) pembiayaan bank syariah mencapai Rp220,46 miliar.

"Peningkatannya mencapai 16,05% dibandingkan triwulan sebelumnya yang hanya Rp189,97 miliar. Bahkan persentase pertumbuhan pembiayaan bank syariah ini jauh lebih besar ketimbang bank umum yang hanya 8,12%," katanya.

Selain pembiayaan, kinerja perbankan syariah di Kota dan Kabupaten Kediri juga menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan.

Hal ini tercermin pada peningkatan volume usaha (aset) dan penghimpunan dana pihak ketiga. Pada bulan Desember 2007, total aset perbankan syariah tercatat Rp238,77 miliar, namun pada Maret 2008 menjadi Rp272,97 miliar atau meningkat sekitar 14,32%

Demikian halnya dengan penghimpunan dana pihak ketiga meningkat sebesar 16,73% dari sebesar Rp173,31 miliar menjadi sebesar Rp202,35 miliar.

Sementara itu, financing to deposit ratio (FDR) perbankan syariah tercatat sebesar 108,97%. "Ini menandakan daya serap dana perbankan syariah cukup besar, sehingga perlu penyediaan dana dari daerah lain (antarcabang bank syariah)," kata Imam Budiarso.

Sedang rasio pembiayaan bermasalah (non performing finance/NPF)) terjaga dengan baik yaitu sebesar 0,60%.

Hanya saja sampai saat ini pangsa (share) perbankan syariah terhadap bank umum secara keseluruhan masih nisbi kecil.

"Namun demikian, `share` tersebut terus mengalami peningkatan dari semula 1,33% pada akhir tahun 2007 menjadi 1,49% pada Triwulan I," katanya menambahkan. (kpl/rsd)

©2003-2007 KapanLagi.com