< >

Pemogokan Berakhir, Harga Minyak Turun Tipis

Selasa, 29 April 2008 10:30
Kapanlagi.com - Harga minyak dunia turun tipis Selasa (29/4) karena para pekerja kilang di Skotlandia telah mengakhiri pemogokan dua hari, di mana apemogokan itu mempunyai andil terhadap melonjaknya harga minyak yang mencapai rekor tinggi.

Aksi yang dilakukan sekitar 1.200 pekerja di Grangemouth, barat Edinburgh, ditetapkan berakahir pada 05.00 GMT setelah membantu mendorong harga minyak New York ke posisi US$119,93 per barel pada Senin (28/4), peningkatan lebih dari 80% dibanding setahun lalu.

Pemogokan karyawan di kilang minyak Skotlandia itu mengakibatkan penurunan produksi minyak dari Laut Utara Inggris sehingga meningkatkan kekhawatiran pasokan global, kata para pedagang.

Kerusuhan baru dan serangan separatis di Nigeria, produsen minyak mentah terbesar di Afrika, juga menambah kekhawatiran pasokan global.

Kontrak berjangka minyak utama New York, minyak mentah jenis light sweet pengiriman Juni ditutup turun 19 sen menjadi US$118,56 per barel, Selasa (29/4).

Minyak mentah Laut Utara Brent untuk pengiriman Juni turun 22 sen menjadi US$116,52 per barel. Sementara pada Jumat pekan lalu sempat mencapai posisi tinggi US$117,56.

Pemogokan di kilang Skotlandia, yang dimulai Senin (28/4), memaksa raksasa energi British Petroleum (BP) menutup jaringan pipa Forties yang memasok sekitar 40% dari minyak dan gas Inggris.

Jaringan pipa Forties, yang tergantung pada kilang Grangemouth itu mengalirkan lebih dari 700 ribu barel minyak mentah per hari ke daratan dan memasok pasar-pasar Inggris dan internasional.

Dalam lebih dari dua pekan, harga minyak mentah telah mencatat serangkaian rekor tertinggi, dipicu meluasnya kekhawatiran di antara beberapa negara konsumen.

Pasar juga mendapat dukungan dari melemahnya dolar AS, ketatnya pasokan global dan keraguan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) menaikkan produksi minyak mentahnya, kata para pedagang.

Pemogokkan ini merupakan yang pertama kalinya dalam 70 tahun yang telah mengakibatkan penutupan sebuah kilang minyak Inggris.

Nigeria, produsen minyak mentah terbesar Afrika juga telah dilanda aksi industri. Afiliasi ExxonMobil Nigeria mengatakan bahwa pemogokan selama lima hari di negara itu telah menyebabkan kerugian produksi.

Seorang juru bicara untuk Mobil Producing Nigeria (MPN) tidak bersedia menyebutkan kerugian volume produksi, sementara hanya menyebutkan bahwa produksi normalnya sekitar 780.000 barel per hari. (*/lin)