
Schwab mengatakan di kantornya Senin bahwa pembicaraan dengan 10 negara anggota Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) itu akan fokus pada berbagai upaya mendorong perdagangan dan investasi antara Amerika Serikat dengan negara-negara ASEAN tersebut.
Selain itu juga untuk mempercepat penyelesaian perundingan pembukaan pasar global di bawah Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
"Kami akan mengkaji kembali kemajuan gagasan perdagangan dan investasi yang telah kami buat dengan mitra kami ASEAN," demikian kantor Perwakilan Dagang AS itu mengatakan.
Selain menghadiri pertemuan para menteri ekonomi ASEAN, Schwab juga akan mengadakan pertemuan dengan Menteri Perdagangan Indonesia Mari Pangestu guna membahas hubungan ekonomi bilateral, kantor USTR itu mengatakan.
Pertemuan tentang Rencana Kerangka Kerja Perdagangan dan Investasi AS-(ASEAN) yang disingkat TIFA itu merupakan kelanjutan dari perundingan-perundingan yang diadakan November lalu, kata kantor Schwab dalam pernyataannya.
AS menandatangani TIFA pada Agustus 2006 dengan 10 negara anggota ASEAN dalam kesepakatan yang dipandang sebagai cikal-bakal perjanjian perdagangan bebas sepenuhnya.
Berdasarkan TIFA, AS dan ASEAN akan mempunyai forum dialog resmi tingkat menteri yang bertujuan memperluas perdagangan dan investasi.
"Pembentukan serangkaian perundingan TIFA itu kami lakukan pada November, kami akan memupuk kemajuan-kemajuan yang kami buat dengan mitra-mitra ASEAN kami, serta meletakkan dasar bagi upaya-upaya bersama untuk melangkah ke depan," kata Schwab.
"Kami juga akan membahas terobosan jangka-pendek dalam perundingan-perundingan Putaran Doha," tambahnya.
Perdagangan antara AS dan ASEAN, yang terdiri Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam itu telah mengalami kemajuan signifikan selama dasawarsa lalu.
ASEAN merupakan pasar ekspor kelima terbesar bagi AS pada 2007, dengan total ekspor AS senilai US$61 miliar, menurut pernyataan itu lagi.
Sementara investasi luar negeri langsung AS di negara-negara ASEAN mencapai US$99 miliar pada 2006, atau naik 13% di banding tahun sebelumnya, menurut data AS terakhir.
Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa Schwab selain bertemu dengan para menteri ASEAN juga mitra sejawatnya dari Australia dan Selandia Baru guna mempercepat perundingan putaran Doha.
Perundingan putaran Doha WTO itu dimaksudkan untuk mengurangi berbagai hambatan perdagangan, yang dilancarkan di ibukota Qatar pada November 2001 dengan tujuan mencapai kesepakatan pada 2004.
Tetapi pencapaian kesepakatan itu tak pernah nyata hingga sekarang, karena adanya berbagai perbedaan prinsip antara negara-negara maju dan negara-negara berkembang mengenai subsidi pertanian dan bea-masuk industri. (*/lin)