Dalam lembaga tersebut ada tiga pelatihan berupa event, attitude education, dan manajemen. Namun yang berjalan baru program event. Angie bahkan turut terjun langsung memberikan ilmu pada kliennya. Hal ini diakuinya kemarin di sela peluncuran majalah Sport Week di hotel Mulia.
"Ya, dulu saya yang main di lapangan langsung tapi sekarang saya yang memberikan pelajaran dari pengalaman pada mereka. Selain itu saya juga bertugas memikirkan ide yang inovatif. Untuk sementara kita konsen di tenis. Namun tak tertutup kemungkinan jika berjalan lancar kita melebarkan sayap ke olahraga yang lain. Dari tiga program, baru event yang berjalan," ujarnya.
Dilanjutkannya, bisnis tersebut bermula kala teman-teman Angie yang pengusaha tapi suka tenis bersua dirinya. Sejak itu pula muncul ide untuk memulai bisnis ini. Ia juga menolak dikatakan jika bisnis yang dikelolanya merupakan milik pribadi.
"Nggak. Ini patungan dari beberapa teman yang kebetulan suka olahraga tenis. Jadi ada Glen Sugita, Raywier Wijaya, Teddy Tanjung, dan lain-lain," lanjutnya.
Yang menarik mesti Angie sudah dewasa namun tetap ditemani sang mama. Pun bila berkenaan dengan pekerjaan, seperti yang terlihat kemarin. Apakah tidak ada pacar? Ditanya begini Angie hanya tersenyum. "Ya, kebetulan Mama nggak ada kerjaan. Jadi saya ajak dan sering kok saya bareng Mama. Apalagi kalau berkaitan dengan kerja. Lagian saya belum punya seseorang yang spesial," imbuhnya dengan pipi memerah. (kpl/opa)