Martha Tilaar: Miss Indonesia 2008 Harus Bisa Jadi Panutan Perempuan Indonesia
Kapanlagi.com - Wakil Dewan Juri Pemilihan Miss Indonesia 2008, Martha Tilaar, di Jakarta, Rabu (30/4), mengatakan, gelar Miss Indonesia akan diberikan pada finalis yang memiliki kecantikan dan memenuhi kualifikasi 'MISS', yakni Manner, Impressive, Smart, dan Social."Sebagai perempuan yang memiliki perilaku terpuji, daya tarik yang positif, cerdas, dan memiliki jiwa sosial yang tinggi, maka Miss Indonesia diharapkan dapat menjadi panutan perempuan Indonesia," katanya. Martha Tilaar mengungkapkan, perempuan Indonesia kini semakin maju dalam pendidikan dan karir. Perempuan mampu berkarya di sektor publik, bukan hanya menjadi 'pajangan' di rumah atau hanya mengurus rumah tangga saja. "Tahun ini selain menekankan pada pemenuhan kualifikasi 'MISS', kami juga berharap Miss Indonesia mampu menciptakan lapangan kerja di Indonesia dan peduli pada upaya memerangi pemanasan global," tambahnya. Ajang Miss Indonesia tahun ini adalah yang ke-4. Sebanyak 1.500 peserta mendaftar dan terpilih 33 finalis yang dipilih dari sembilan kota audisi, yakni Medan, Pontianak, Manado, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Bandung, Denpasar, dan Jakarta. Para finalis diwajibkan mengikuti pelatihan-pelatihan tentang kecantikan, etiket, koreografi, dan berbagai bekal lain dari kalangan profesional di bidangnya. Malam puncak pemilihan Miss Indonesia akan berlangsung di Balai Sidang Jakarta, Selasa (13/5). Project Leader Miss Indonesia, Teges P Soraya, mengungkapkan, tahun ini penyelenggaraan Miss Indonesia lebih berat dibanding tahun sebelumnya. Menurut dia, Miss Indonesia 2007 sangat berkualitas, sehingga panitia berupaya memberikan gelar Miss Indonesia 2008 pada orang lebih baik lagi. "Kami berupaya keras agar tahun ini kualitas Miss Indonesia semakin baik agar dalam ajang Miss World bisa bersaing dengan wakil-wakil negara lain, karena itu proses seleksinya semakin ketat," katanya. Teges mengungkapkan dalam audisi di daerah, seringkali pendaftar memanipulasi data diri terutama pada tes fisik. "Biasanya tinggi badan dinaikkan 5cm dan berat badan diturunkan 5kg. Mereka (para pendaftar) biasanya selalu bermain di angka itu," ujar Teges yang dalam dua tahun terakhir menangani ajang Miss Indonesia. Seorang finalis Miss Indonesia 2008, Monica Heremony Chaay (wakil Papua), mengatakan, motivasinya mengikuti pemilihan Miss Indonesia adalah untuk mengenalkan budaya Papua yang beragam dan unik pada masyarakat Indonesia. Perempuan yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) Departemen Keuangan di Papua ini berharap seni budaya Papua sebagai bagian dari ragam kekayaan nusantara dapat menunjang kesuksesan program Visit Indonesia Year 2008. "Kita tidak bisa menuntut orang dari negara lain berkunjung ke Indonesia tanpa fasilitas yang memadai, karena itu selain mengandalkan kekayaan seni budaya, pemerintah juga perlu memfokuskan pada penyediaan fasilitas untuk pengunjung," demikian Monica. (*/bun) |